Rupa Pemuda dan DNA KNPI

img img

Mendikte wadah berhimpun KNPI, lewat DNA dan rupa asli pemuda sebagai  sosok dalam gambaran yang dibuat gagah dan elok untuk membentuk citra ideal. Siapa penafsirnya?

 **

Oleh; Syamsul B Majjaga

MENARAINDONESIA.com-Dramatisasi dan narasi yang dimainkan merupakan bagian penting dalam fakta kehidupan pemuda.

Komite Nasional Pemuda Indonesia, singkatnya KNPI menyepakati sebuah bentuk organisasi  bertema tujuan  Wajah Ideal Pemuda, Kenapa, Konon, organisasi ini adalah tempat berhimpunnya buah pikir, ide ke-berdaya -an pemuda, mulai soal keberagaman dan Kepedulian, hingga yang berkait dengan petunjuk acara mencipta gerakan dan  menghadirkan inisiatif  solusi di tengah kehidupan berwarga negara.

Itu faktanya. Lihatlah, di dalam berbagai kesempatan, drama organisasi ini kerap kali  mendaulat dirinya sebagai  penerjemah amanah perjuangan dan peran generasi bangsa dalam membangun peradaban manusia di Republik ini.

Namun sayang, pahaman tentang hal itu bagi masyarakat pembaca berita atau komentator publik yang konsisten mengikuti gerak, jejak  pemuda. Lebih akrab menggambarkan  Organisasi ini dengan kata seputar; Keterbelahan, Intervensi kuasa, sampai kekakuan menerjemahkan pundi anggaran pemuda, ( baca contoh; penjelasan KNPI seputar wadah berhimpun dalam memakmurkan sentimen ambisi )

Kesimpulan pembuka yang menempatkan wadah berhimpun ini sebagai prolog pembuka narasi dari mereka. Saat yang sama, Organisasi ini pun lebih memilih sibuk berburu klaim, Monopoli anggaran, dan terkesan abai untuk berbuat sesuatu meski sesuatu itu sekedar butuh inisiatif. Mungkinkah anda salah satu yang sepakat bahwa dari sinilah segalanya bermula, kenapa saat ini pemuda lebih nampak bercorak – cocologi dari pada metodologi.

Bagaimana KNPI bisa sampai kesini? 

“Pemuda…Buatlah  bayang – bayang kebijaksanaan dan kemanusiaan sebagai sekumpulan kisah dari masa pengabdianmu, rangkailah kepengurusan mu dengan narasi tentang nilai, dan lakonilah keberagamanmu lewat drama karya  yang pantas sebagai perintah moral dari nasib pemuda yang lahir telanjang untuk mendedikasikan warna pengetahuan.

Yang memiliki kemampuan merancang, menciptakan, mentransformasi,  mengendalikan lingkungan, berkomunikasi dan tanggap dalam membaca pikiran sebelum, dan mungkin jauh sesudah saat ini. Kalimat ini adalah penegasan dogma suci pemuda.

Kenapa pemuda/KNPI harus memastikan dirinya dalam penguasaan dogma suci? Karena dalam diri pemuda ada sejarah panjang dibelakangnya. Jadi, jika anda bertemu pemuda. Deskripsi lengkapnya adalah Masing- masing dari setiap pemuda menggerakkan diri yang focus utamanya adalah  mengabadikan kemurnian gagasan pendirian KNPI dari masa lalu. Sementara tujuannya adalah membebaskan dirinya sendiri.

Bersiaplah, saat ini saya mengajak Sulawesi Selatan untuk lebih jauh memasuki logika berhimpun KNPI.

Rupa Pemuda. Faktanya!

Setiap pemuda di Sulawesi Selatan barangkali  benar – benar pernah membangun kalimat dogma suci itu. Tapi, Komite Nasional Pemuda Indonesia sebagai representasi pemuda di Provinsi ini masing – masing telah menyuguhkan sejarahnya agar tak menjadi produk yang sama sekali tak bernilai. Secara populer,  ini bukan logika  persaingan, melainkan untuk membuktikan yang beda. Dan kenapa harus berbeda?

Jawabannya. Butuh upaya kreatif,  Butuh ketekunan untuk bisa merapikan, mengelola, dan menegaskan bentuk rupa pemuda.

Di sepanjang jelan raya ingatan yang menegaskan tentang bagaimana cara Sulawesi Selatan, suatu hari nanti  di tahun tahun yang akan datang, menuju satu pandangan kesimpulan, bahwa  Pemuda itu membentuk kehidupan superior, memelihara dunia, dengan kesadaran unggul yang di milikinya. Intinya,  tidak akan ada ruang kesia-siaan  untuk setiap langkah biasa, tidak akan ada tepuk tangan untuk pertunjukan panggung kompetisi sentimentil, menolak logika kerja jika sandaran basis utamanya adalah subsidi pemerintah.

Saat ini, sepertinya saya sedang memaksakan kehendak, agar setiap dari kita kembali membuka, mengingat halaman- halaman terdahulu yang membawa pemuda kita pada pada satu tour  panjang dari penemuan –  penemuan yang menguatkan argumentasi kemewahan KNPI kita. Sudah saatnya, setiap orang kembali menelusuri dan membawa kembali pemikiran serupa dalam skala yang lebih kongkrit dan jelas.

Katakanlah, orang – orang muda sedang dalam bahaya kehilangan nilai, dimana intelegensia sedang terpisah dari kesadaran pemuda. Ini sama sekali bukan pendapat baru, dan saat ini zaman telah menantang setiap orang untuk menyodorkan nilai pemuda secara sempurna.

DNA KNPI; Siapa & Seperti Apa?

Ketika orang – orang muda mendeklarasikan “KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda” inilah yang mereka maksudkan, paling tidak di fase awal Komite ini, pemuda telah memulai dengan satu langkah gemilang, sebuah ide abstrak, yang membuat setiap orang menerima.  Bertanah air, berbangsa , dan berbahasa satu. Gagasan gemilang yang bersumber dari kesadaran “humanisme dalam diri Pemuda” ini kemudian menjadi sumber dari otoritas utama identitas politik, moral dan estetika Indonesia.

Saya sedang tidak mengatakan apakah pemuda masih bisa hidup seperti itu? Dimana, kini yang terjadi adalah sebaliknya, sangat mudah untuk tidak mempercayai pemuda. Jika, saya benar- benar mempercayai kemampuan pemuda untuk lebih baik dari fase itu. Maka, mempercayai adalah pilihan saya.

Dan jika saya benar – benar mempercayainya, maka saya percaya, karena saya merasakan kehadirannya, melihat dengan sangat dekat tanda-tandanya dan fikiran saya mengatakan pada saya, rupa pemuda itu ada. Karena itu saya ingin mengajak mempertajam logika  dan memahami teks – teks ini dengan benar.  Saya mencoba memulai dengan mengatakan, bahwa KNPI Sulawesi Selatan sedang gencar – gencarnya mengajukan rumus penilaian publik yang sangat berbeda;

Pertama, Pengetahuan Pemuda = Data Empiris X Matematika. KNPI mengajukan sebuah tawaran, jika ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan kergeraguanmu tentang pemuda. Maka, sangat perlu mengumpulkan data yang sangat relevan lalu gunakanlah metode matematika dalam analisisnya. Misalkan, jika saya dan anda ingin mengukur  bentuk ideal  dari bumi, maka mulailah dengan mengamati matahari, bulan dan planet di belahan bumi di tempat lain dari tempat anda berdiri, dan dari sinilah interpretasi yang benar akan di terjemahkan dalam bentuk kesimpulan.

Kedua, Pengetahuan Pemuda = Pengalaman X Sensivitas. KNPI Sulawesi selatan menawarkan metode keinginan tahuan satu jawaban dari pertanyaan etis apa pun. Organisasi ini menekankan pentingnya pemuda menjangkau pengalaman dalam dirinya dan kemudian bertindak sendiri untuk mengamatinya dengan sensivitas tertinggi. Apa itu sensivitas bagi KNPI? Saya menekankan dalam 2 hal. Pertama, memperhatikan sensasi, emosi dan pikiran saya sebagai pemuda. Kedua, membiarkan sensasi, emosi dan pikiran ini mempengaruhi saya. Artinya KNPI Sulawesi selatan saat ini sangat terbuka pada pengalaman baru, dan menerima perubahan pandangan sebagai prilaku yang bijaksana.

Ketiga, Pengetahuan Pemuda = Dogma Suci X Logika. Jika setiap orang ingin tahu jawaban atas sebuah pertanyaan penting terkait pemuda. Maka, KNPI menawarkan untuk membaca kembali dogma suci lalu mengunakan logika anda untuk makna yang diterjemahkan dalam gerak sesungguhnya.

Jika setiap orang harus mulai berani berfikir dan bertindak mandiri. Pada ahirnya. Tidak terlalu sulit untuk menyakinkan setiap orang untuk meninggalkan prasangka dan berpacu dengan kesimpulan barunya. Saya benar benar mengajak anda untuk mempertimbangkan ketiga rumus menemukan pemuda sebagai pesan nyata dari KNPI Sulawesi  Selatan saat ini.

Begitulah cara bijak Bung Ketua KNPI Sulawesi Selatan,  Andi Arham Basmin.  Jangan salah faham”. Karena  saya hanya ingin memberi petunjuk, bahwa muda memang bukan pilihan, tetapi menjadi pemuda adalah tuntutan. Tuntutan untuk bermetamorfosis atas nama kebekuan zaman, berdiri didepan atas nama kehendak waktu untuk mencipta nilai – nilai baru yang akan membebaskan setiap orang dari beban masa lampau. Yang suka ber main dan berimajinasi itulah kami, Pemuda KNPI dalam gerak visi Pemuda Berdaya – Sulsel BerJaya”.

Terakhir, jika saya berfikir dalam ukuran KNPI sebatas sebuah organisasi, mungkin lebih baik kita focus utuk  sampai pada selesainya periode pengurusan kita. Jika Saya berfikir hanya dalam dalam satu  skala dekade waktu; pemanasan  global, ketimpangan, krisis identitas, mungkin lebih baik kita buat program yang mengambil pandangan dari Rencana kerja perangkat daerah. Tapi, Jika pandangan saya adalah tentang lintasan waktu tiga dimensi, maka saya memilih percaya pada gagasan Pemuda Berdaya”.

Ketegasan Bung Ketua untuk gerak visional ini benar- benar menjadi alternatif baik untuk membawa kembali pandangan dan visi pembangunan berkelanjutan pemuda,  ini adalah satu – satunya skenario tunggal “Pemuda harus  berdaya, jika ingin Sulsel berjaya”. Terima kasih ketua. Selanjutnya, bersiaplah untuk sebuah agenda baru dan ini bukan kehendakmu. Zaman yang telah memilihmu, karena itu. Bersiaplah Ketua!

ads

Leave a Reply