Dituding Sebagai Cukong Dalam Pilrek Unhas, Usman Marham Minta Penyebar Hoax Bertanggung Jawab

MAKASSAR,MENARAINDONESIA-Usman Marham angkat bicara setelah dirinya dituding sebagai cukong (sponsor) salah satu kandidat saat penyaringan bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode 2022-2026 yang berlangsung di Baruga AP. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, pada Selasa 14 Desember 2021 lalu.

Tudingan yang dialamatkan pada dirinya tersebut menyebar secara luas melalui salah satu Media Online di Kota Makassar.

Dia meminta penyebar hoax tersebut untuk bertanggung jawab. Sebab, kata dia, dirinya sama sekali tidak ada urusan dan tidak tahu menahu perihal tersebut.

“Saya kenal Prof Jamaluddin Jompa. Beliau senior saya dan saya tahu persis kapasitasnya,” ungkap Usman Marham, Kamis (16/12/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, jika Prof Jamaluddin lolos tiga besar, itu wajar. Karena memang punya kapasitas, punya basis dukungan, dan memang sangat layak memimpin Unhas, sehingga boleh jadi ada yang mencoba mengganggu keterpilihannya dengan cara-cara memfitnah berlebihan seperti itu.

“Saya juga sangat hormat pada institusi Unhas yang sangat besar dan anggota senat yang merupakan pilihan orang-orang terbaik. Mana mungkin mereka bisa dinilai dengan materi seperti itu. Tudingan ini sudah keterlaluan!” tegasnya.

Usman Marham yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kab.Pinrang itu mengaskan bahwa informasi tersebut adalah kabar bohong.

“Itu hoax, sehingga penyebarnya harus bertanggung jawab,” tegas Usman.

Soal dengan mantan Kapolda Sulsel, Burhanuddin Andi, lanjut Usman Marham, dirinya juga kenal baik. Bahkan, jauh sebelum jadi Kapolda.

“Akan tetapi, saya tidak pernah sama sekali membicarakan soal cukong ini dengan beliau. Kami ini seperti saudara dan saling menghargai, sehingga tidak mungkin melakukan hal-hal yang tercela seperti itu,” ujarnya.

“Kalau saya, berani bicara demikian ke Pak Bur, meski kami bersaudara, bisa saja saya ditangkap sama beliau atau teman-teman di kepolisian yang masih aktif,” imbuhnya.

Maka dari itu, Usman Marham meminta agar media juga tidak asal mengutip mentah-mentah pernyataan narasumber tanpa melakukan check and recheck. Apalagi kalau tidak wawancara langsung dengan narasumber, hanya mengutip dari cerita orang lain.

“Saya minta kepada media untuk mengklarifikasi hoax yang disebar dan membersihkan nama-nama kami semua. Jangan sampai gara-gara hoax ini, Unhas dirugikan karena batal dipimpin oleh figur yang tepat,” pungkasnya.

Comment