Kadis DLH Maros Hadiri Dialog Lingkungan Oi Maros, Soroti Pentingnya Kolaborasi Penanganan Sampah

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Organisasi Indonesia (Oi) Maros menggelar Dialog Lingkungan bertajuk “Bicara Sampah” di Sekretariat Oi Maros, Jalan Azalea, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin, bersama sejumlah pegiat lingkungan, komunitas, dan unsur kepemudaan.

Sebelum dialog berlangsung, peserta diajak mengikuti nonton bareng film dokumenter Menolak Punah karya Indonesia Baru. Film tersebut mengangkat isu pelestarian lingkungan serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam. Pemutaran film menjadi pengantar diskusi untuk membangun kesadaran bersama terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Dalam sesi dialog, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan perubahan perilaku dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” ujar Andi Irfan Paharuddin.

Selain menghadirkan Kepala DLH Maros, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya aktivis lingkungan peraih penghargaan Kalpataru, Iwan Dento, Yohanes dari Lontara Hijau, serta perwakilan pemuda yang menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Para panelis menyoroti berbagai tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari rendahnya kesadaran memilah sampah hingga perlunya penguatan edukasi lingkungan sejak dini. Mereka juga mendorong lahirnya gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Pengurangan sampah dari sumbernya harus menjadi budaya yang dibangun bersama agar dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata salah satu panelis dalam diskusi tersebut.

Dialog berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan gagasan terkait solusi pengelolaan sampah di Kabupaten Maros. Berbagai ide yang muncul diharapkan dapat menjadi dasar bagi penguatan gerakan lingkungan yang lebih masif dan berkelanjutan.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa Dialog Lingkungan “Bicara Sampah” tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran kolektif untuk mendorong aksi nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Oi Maros berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Maros.

Leave a Reply