MAROS,MENARAINDONESIA.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyalurkan sebanyak 857 kilogram daging kurban kepada ratusan warga kurang mampu dalam rangka perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Penyaluran daging kurban ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Daging kurban tersebut berasal dari hewan kurban yang dihimpun oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Maros. Setelah pelaksanaan Salat Iduladha pada Rabu (27/5/2026), daging kurban didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat yang telah didata sebelumnya oleh pemerintah setempat.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan jumlah hewan kurban yang berhasil dikumpulkan dari OPD tahun ini setara dengan 40 ekor sapi. Selain itu, terdapat pula hewan kurban pribadi milik bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah yang penyalurannya dilakukan secara terpisah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini OPD lingkup Pemkab Maros berhasil menghimpun hewan kurban setara 40 ekor sapi. Dagingnya kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di momentum Iduladha,” kata Chaidir Syam, Kamis (28/5/2026).
Menurut Chaidir, penerima bantuan diprioritaskan kepada warga kurang mampu yang telah didata oleh tim di tingkat kelurahan dan kecamatan. Pendataan dilakukan untuk memastikan distribusi daging kurban berjalan tepat sasaran.
“Warga penerima manfaat merupakan masyarakat kurang mampu yang telah dipilih dan didata oleh tim di tingkat kelurahan maupun kecamatan, khususnya di Kecamatan Turikale dan beberapa wilayah lainnya,” ujarnya.
Program pembagian daging kurban ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang penerima manfaat, Muin, warga Kecamatan Turikale, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah sangat membantu. Apalagi harga kebutuhan pokok sekarang cukup tinggi, jadi kami bersyukur masih mendapat perhatian seperti ini,” ungkap Muin.
Pemkab Maros berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan setiap tahun tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama pada momentum Hari Raya Iduladha.
Leave a Reply