Wacana Alternatif Disebut Membodohi Diri Sendiri, Zul Majjaga: Atau Kita Memang Sedang Dibodohi!

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Wasir Thalib dinilai telah melukai hati masyarakat Kabupaten Sinjai atas pernyataan yang di sampaikan saat menghadiri deklarasi “Bulukumba Bisa” di Stadion Mini Bulukumba, Minggu (02/10/2022) lalu.

Saat itu, dia menyampaikan bahwa dirinya akan kecewa jika pelaksanaan final cabang olahraga (Cabor) Sepakbola tidak di laksanakan di Kab.Bulukumba, sebab menurutnya stadion mini Bulukumba sangat siap untuk untuk menjadi tuan rumah Final Sepakbola.

Atas pernyataan tersebut, Wakil sekretaris panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sinjai, Saifullah Ahmad meminta kepada Wasir Thalib untuk melakukan permintaan maaf kepada warga Sinjai karena dianggap telah melukai hati masyarakat serta panitia Porprov Kab.Sinjai.

Namun pernyataan Sekretaris Panitia Porprov Sinjai itu juga mengundang kritik dan pertanyaan dari aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel yang juga adalah putera Kabupaten Bulukumba, Syamsul Bahri Majjaga.

“Saat setiap orang baik seperti Prof Wasir ataupun saya yang mencoba menawarkan wacana alternatif dalam rangka memperkaya pandangan jelang proprov dipandang memperkeruh suasana dan membodohi diri sendiri itu jelas kekeliruan cara berfikir,” ujar Syamsul Bahri Majjaga, Sabtu (08/10/2022).

Lanjut Syamsul Bahri mengatakan jika pernyataan Saifullah Ahmad yang meminta kepada Prof Wasir Thalib untuk segera melakukan permintaan maaf kepada warga Sinjai adalah reaksi yang berlebihan.

“Jika menurutnya pernyataan pak Prof itu telah melukai hati warga Sinjai. Pertanyaannya, apa pernyataan itu tidak memancing respon warga Bulukumba? Ini yang saya sebut wacana pembelahan,” ucapnya.

Menurut Zul Majjaga, disaat Pemerintah Provinsi dan KONI Sulsel menetapkan kepanitiaan bersama Sinjai- Bulukumba sebagai penyelanggara pada even Porprov Tahun 2022 , harusnya tidak boleh lagi ada wacana mengatasnamakan daerah tertentu.

“Bukankah wacana itu tampak seperti ‘dibodoh-bodohi’ kita semua,” ketusnya.

Lebih jauh, Advokad asal Bulukumba ini mengatakan jika apa yang di pahami sebagai orang luar KONI adalah kepanitaan bersama Porprov Bulukumba-Sinjai. Artinya Bulukumba dan sinjai dalam hal ini (selama porprov berlangsung) jangan dilihat sebagai masing-masing wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten dengan masing-masing tingkat keegoannya.

“Menurut hemat saya mengatakan Ia harus diliat sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai penyelenggara daerah. Dasar kerangka itulah saya menyambut baik wacana alternatif yang di sampaikan oleh Prof Wasir sebagai Wakil Ketua KONI Sulsel,” terangnya.

Jadi menurut Zul, wacana alternatif soal gelaran final cabor Sepakbola yang di tawarkan prof wasir adalah tepat. Sebab, menurutnya Prof Wasir menawarkan tempat yang dimana tempat itu sah sebagai penyelenggara Porprov.

“Yang keliru kalau prof wasir menawarkan JIS sebagai tempat alternatif,” tegasnya.

“Jadi sekali lagi,saya meminta untuk janganlah kita masyarakat ini dibodohi dengan mencoba membelah kepanitiaan bersama ini dengan mengatas namakan kesedihan masyarakat tertentu. Karena itu bisa memicu masyarkat lainnya untuk bereaksi,” tutupnya.

Leave a Reply