BULUKUMBA,MENARAINDONESIA.com-Sebanyak 31 Desa di Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 9 November 2022 yang akan datang.
Sebelum menetapkan para bakal calon kepala Desa tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melaksanakan tes tertulis kepada 130 Cakades.
Dalam pelaksanaan tes tertulis yang di laksanakan di SMP Negeri 1 Bulukumba itu, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf langsung memantau pelaksanaan tes tertulis bagi bakal calon (Balon) Kepala Desa yang akan menggelar Pilkades.
“Karena ini merupakan suatu tahapan, ini juga mencerminkan kapasitas calon kepala desa, dan ini kan diumumkan hasilnya ke publik. Sehingga masyarakat bisa melihat sejauh mana kapasitas kepala desanya,” kata Wabup Edy Manaf kepada awak media, Jumat (21/10/2022).
“Yang repot ini calon yang lebih dari lima pasti ada yang gugur, yang kurang dari pada lima ini alhamdulilah lulus semua, yang jadi problem karena ini menjadi variabel juga untuk mengukur kapasitas kepala desa,” sambungnya.
Lanjut, Edy Manaf menyampaikan jika tujuan dari tes tertulis tersebut bertujuan untuk menguji kapasitas Balon Kades untuk lebih baik.
“Setelah tes tertulis bagi Cakades yang lebih dari lima itu akan di melangkah ke tahapan wawancara, yang di bawah lima itu tidak ada wawancara,” jelasnya.
Edy Manaf berharap ke depan Pilkades dapat berjalan kondusif. Olehnya itu Pemkab Bulukumba akan melibatkan kepolisian maupun kejaksaan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita akan melakukan pendekatan-pendekatan kultural ke tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama untuk menghindari terjadinya konflik karena Pilkades,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Akhmad Januaris memastikan bahwa tes tertulis ini benar-benar objektif, tidak bocor dan tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Keseluruhan bakal calon kepala desa yang ikut tes tertulis ini, berjumlah 130 orang di 31 desa yang akan menggelar Pilkades,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari 31 desa yang akan Pilkades, ada 5 desa yang punya bakal calon kepala desa di atas 5 orang, yaitu Desa Kindang 9 orang, Desa Benteng Malewang 7 orang, Desa Bukit Tinggi 8 orang, Desa Manjalling 7 orang dan Desa Lembang 9 orang.
“Di antara 5 desa ini, ada 4 desa yang tidak ada incumbentnya,” kata Januaris.
Januaris mengatakan bahwa soal tes tertulis berjumlah 50 nomor dengan rincian pilihan ganda 45 nomor dan uraian 5 nomor. Tes uraian, katanya, merupakan pertama kali dilakukan.
“Pengalaman pilkades sebelumnya, tes hanya pilihan ganda, sehingga besar potensi hasil tes ada yang seri. Seperti yang terjadi di Desa Caramming tahun 2021. Kenapa? Karena pilihan ganda jelas sekali hitung-hitungannya. Nah, kalau ada bentuk tes uraian, maka kecil kemungkinan hasilnya seri,” ujarnya.
Setelah tes tertulis selesai, kata Januaris lagi, pihaknya akan memanggil Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) untuk memeriksa bersama hasil tes dari bakal calon kepala desa tersebut.
Ia menambahkan, untuk bakal calon yang jumlahnya di atas 5 orang, selanjutnya akan mengikuti tahapan tes wawancara, pada Senin 24 Oktober 2022.
“Nanti akan diakumulasi tes tertulis dengan tes wawancara bagi bakal calon kepala desa yang jumlahnya lebih dari 5 orang. Termasuk nilai pengalaman kerja dan pendidikan,” tukasnya.
Pada tes tertulis itu, juga hadir memantau Ketua Komisi A DPRD Bulukumba Andi Pangeran Hakim bersama Anggota Komisi A Ahmad Akbar dan Alkhaisar Jainar Ikrar. (IKM)
Leave a Reply