MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Alumni SMPN Jongaya Makassar Angkatan 1991 menggelar kegiatan napak tilas bertajuk “Bike to School” sebagai ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan pendidikan mereka, Minggu (3/4/2026). Sebanyak 28 alumni ambil bagian dalam kegiatan gowes bersama yang dimulai dari Jalan Andi Tonro—lokasi terakhir SMPN Jongaya pada 1991—dan berakhir di SMP Negeri 27 Makassar di kawasan Hartaco Indah.
Rute sepanjang 14,1 kilometer yang ditempuh para alumni melintasi sejumlah titik bersejarah, termasuk Jalan Kumala, Jalan Ratulangi, Jalan A. Mappanyukki, kawasan CPI, hingga Hartaco Indah. Perjalanan ini bukan sekadar olahraga bersama, melainkan napak tilas atas perjalanan sejarah Angkatan 91 yang pernah mengalami perpindahan lokasi belajar hingga tiga kali selama masa sekolah.
Mulai dari menempati gedung sekolah di Jalan Andi Tonro, kemudian berpindah ke kawasan Jalan A. Mappanyukki—yang kini menjadi SMP Negeri 29 Makassar—hingga akhirnya bermukim di Hartaco Indah yang kemudian bertransformasi menjadi SMPN 27 Makassar.
Setibanya di lokasi akhir, rombongan alumni disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMPN 27 Makassar, jajaran wakil kepala sekolah, serta sejumlah guru. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, penyerahan bingkisan dari alumni, serta dialog penuh keakraban yang membangun semangat kolaborasi antara alumni dan sekolah.
Salah satu tokoh alumni, Iskandar Ismail, menyebut kegiatan ini menjadi bukti eratnya persahabatan yang terus terjalin di antara alumni meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku sekolah.
“Kebersamaan ini adalah modal terbesar kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga tali silaturahmi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kami,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 27 Makassar, Nurdin Tabang, menyampaikan apresiasi atas kepedulian alumni yang dinilainya menjadi energi positif bagi pengembangan sekolah ke depan.
“Kontribusi alumni sangat berarti bagi sekolah, bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga semangat kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Nurdin.
Sementara itu, Muhammad Farid, salah satu inisiator kegiatan, menjelaskan bahwa Bike to School membawa pesan nostalgia sekaligus kampanye gaya hidup sehat dan hemat energi.
“Ini bukan sekadar gowes nostalgia. Kami ingin menghidupkan kembali semangat bersepeda ke sekolah yang dulu menjadi bagian dari keseharian kami, sekaligus mendukung budaya hidup sehat dan efisiensi energi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, alumni “SPENJOG 91” menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kebersamaan serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan, khususnya bagi SMPN 27 Makassar dan dunia pendidikan secara lebih luas.
Leave a Reply