Pemkab Maros Jalin Sinergi dengan Bangda Kemendagri untuk Percepat Penanganan Stunting

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Pemerintah Kabupaten Maros menerima kunjungan Tim Stunting dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam rangka audiensi percepatan penanganan stunting, Rabu (4/6/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Maros dan dipimpin langsung oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.

Audiensi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., Sekretaris Daerah A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas DALDUKKB, Bapperida, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Bangda Kemendagri menyampaikan sejumlah arahan strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam program percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah pusat menekankan pentingnya keterlibatan menyeluruh, mulai dari level kabupaten hingga desa, dalam pelaksanaan intervensi gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu dan berkelanjutan.

Bupati Chaidir Syam menegaskan komitmen daerah dalam mengakselerasi upaya pencegahan dan penurunan stunting di Maros. Ia menyatakan bahwa sinergi antar perangkat daerah serta dukungan dari pemerintah pusat akan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami siap memperkuat kolaborasi antar sektor dan memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar intervensi terhadap stunting berjalan efektif. Tujuan kami jelas: anak-anak Maros harus tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan,” ungkap Chaidir.

Audiensi ini menjadi momentum penyelarasan kebijakan antara pusat dan daerah. Dengan masukan teknis dari Bangda Kemendagri, Pemkab Maros berharap pelaksanaan program stunting ke depan akan lebih berbasis data, terukur, dan sesuai kebutuhan lokal.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Leave a Reply