SURABAYA,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, menerima Anugerah Adhiwidya Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Indonesia 2026 dalam kategori kepala daerah dengan capaian terbaik di bidang pendidikan nonformal. Penghargaan tersebut diserahkan di Surabaya, Jumat (6/11/2026).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pendidikan nonformal dan memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.
Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) VI Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Indonesia 2026 di Graha Sawung Galing, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 713 peserta dari 32 Dewan Pengurus Wilayah FK PKBM se-Indonesia. Sejumlah perwakilan pemerintah pusat, kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta pegiat pendidikan nonformal turut hadir.
Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia diberikan kepada kepala daerah, pimpinan lembaga pendidikan, dan tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nonformal dan informal.
Pendidikan nonformal dinilai berperan penting dalam memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), warga dapat mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
Dalam agenda nasional tersebut, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyoroti masih adanya lebih dari tiga juta anak usia sekolah yang tidak bersekolah karena berbagai faktor, termasuk ekonomi, jarak, dan kondisi keluarga.
Pendidikan kesetaraan melalui PKBM menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh hak pendidikan. Ijazah Paket A, B, dan C juga memiliki kedudukan setara dengan pendidikan formal dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Penghargaan yang diterima Chaidir Syam diharapkan menjadi dorongan bagi Pemkab Maros untuk memperkuat dukungan terhadap PKBM, meningkatkan kualitas tutor, serta memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan nonformal sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Maros.
Leave a Reply