MAROS,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengimbau siswa SMP Negeri 1 Turikale, Kabupaten Maros, untuk disiplin menggunakan masker di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan saat mengunjungi sekolah itu, Kamis (15/10/2026).
Dalam kunjungannya, Chaidir mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi anak-anak yang tetap beraktivitas di lingkungan sekolah saat kualitas udara belum membaik.
Ia meminta para siswa tidak mengabaikan penggunaan masker selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Maros. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi paparan polutan yang berisiko mengganggu kesehatan.
Berdasarkan data IQAir pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 WITA, indeks kualitas udara (AQI⁺) di Kabupaten Maros tercatat sebesar 166 atau masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 76,5 mikrogram per meter kubik.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan partikel tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maros di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain mengingatkan pelajar, Chaidir juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak selama kualitas udara masih buruk.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap masyarakat tetap waspada dan menerapkan langkah perlindungan diri hingga kualitas udara kembali membaik, sehingga aktivitas masyarakat dan proses belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
Leave a Reply