GOWA,MENARAINDONESIA.com-Sebanyak 10 siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Negeri 5 Gowa mengikuti pelatihan detailing dan paint correction yang digelar melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Tahun Anggaran 2026, Sabtu (19/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung di bengkel praktik SMK Negeri 5 Gowa tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan pihak sekolah. Kegiatan dipimpin Ir. Muh. Bhilal Halim, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Teknologi dan Kejuruan UNM dengan bidang keahlian Autobody Repair, bersama tiga anggota tim, yakni Dr. Saharuna, S.Pd., M.Pd., Muhammad Iskandar Musa, S.Pd., M.T., dan Dr. Eng. Ir. H. Ismail, S.T., M.T., IPP.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa dalam perawatan dan perbaikan tampilan cat kendaraan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang jasa otomotif.
Selama 16 jam pelajaran (JPL), peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang meliputi pengenalan alat dan bahan, prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), identifikasi kondisi cat kendaraan, hingga teknik pemolesan dua tahap, yakni cutting dan finishing, menggunakan mesin poles dual-action.
Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Bengkel kami sebelumnya belum memiliki mesin poles dan perlengkapan detailing. Dengan adanya pelatihan dan hibah peralatan ini, siswa kami memiliki keterampilan baru yang sangat relevan dengan dunia kerja dan peluang usaha mandiri,” ujar Ilyas saat membuka kegiatan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor pre-testyang sebelumnya 42 persen meningkat menjadi 85 persen pada post-test, atau naik 43 poin. Sementara peserta yang memperoleh skor di atas 70 meningkat dari 0 persen menjadi 90 persen.
Dari aspek keterampilan, seluruh peserta atau 100 persen mampu membedakan sedikitnya tiga jenis kerusakan cat, menyebutkan bahaya K3, serta menjelaskan perbedaan fungsi compound dan polish.
Sebanyak 90 persen peserta juga mampu mengoperasikan mesin poles dual-action dengan gerakan yang benar. Sementara 80 persen peserta mampu melakukan test spot secara mandiri dan menghasilkan panel uji dengan tingkat kilap di atas 80 persen serta bebas baret.
Ketua tim pengabdian, Ir. Muh. Bhilal Halim, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari antusiasme peserta dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
“Kami melihat antusiasme yang tinggi dari peserta. Meski waktu pelatihan terbatas, mereka mampu menyelesaikan praktik dengan baik berkat pendampingan intensif dari instruktur dan asisten mahasiswa,” ujar Bhilal.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan materi kewirausahaan melalui workshop manajemen usaha. Siswa diperkenalkan dengan cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) jasa detailing, mengidentifikasi biaya langsung dan tidak langsung, serta menyusun strategi pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menjelaskan komponen biaya HPP, sementara 80 persen peserta memahami strategi dasar pemasaran digital.
Sebagai tindak lanjut, para peserta membentuk dua kelompok wirausaha siswa yang akan menawarkan jasa detailingsederhana. Pihak sekolah juga berkomitmen mendampingi kelompok tersebut sebagai bagian dari pengembangan teaching factory di bidang jasa detailing.
Pada akhir kegiatan, tim pengabdian UNM menyerahkan satu set peralatan praktik kepada SMK Negeri 5 Gowa. Peralatan tersebut terdiri atas mesin poles dual-action, compound dua tahap, pad poles, mikrofiber, serta Alat Pelindung Diri (APD).
Selain peralatan, tim juga menyerahkan modul pelatihan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar tambahan bagi siswa Jurusan TKRO.
Program tersebut direncanakan berlanjut melalui pelatihan tingkat lanjut, di antaranya ceramic coating dan paintless dent repair (PDR). Materi pelatihan juga akan diarahkan untuk diintegrasikan ke dalam mata pelajaran produktif, sementara kemitraan antara tim pengabdian UNM dan SMK Negeri 5 Gowa akan terus dikembangkan.
Bhilal berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
“Kami berharap keterampilan ini tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi menjadi bekal nyata bagi siswa untuk berwirausaha dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Bhilal.
Leave a Reply