MAROS,MENARAINDONESIA.com-Pemerintah Kabupaten Maros mengusulkan penataan mekanisme pemberangkatan jemaah haji pada musim haji mendatang. Salah satu opsi yang didorong adalah menjadikan Masjid Al-Markaz sebagai titik terpusat pemberangkatan jemaah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan pelayanan haji tahun 2026. Pemusatan titik pemberangkatan dinilai dapat membuat proses pelepasan jemaah lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar Asrama Haji Sudiang.
Menurut Muetazim, secara umum penyelenggaraan pelayanan haji bagi jemaah asal Maros pada tahun ini berjalan dengan baik. Meski demikian, sejumlah hal masih perlu dievaluasi, khususnya terkait pola pemberangkatan jemaah menuju Asrama Haji Sudiang.
“Selama menjadi kementerian sendiri, pelayanannya sudah berlangsung dengan baik. Tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh teman-teman di Kemenhaj,” ujar Muetazim saat menghadiri kegiatan Khidmad Kemenhaj, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kepadatan kendaraan ketika jemaah dan keluarga berkumpul atau menuju Asrama Haji Sudiang. Karena itu, Pemkab Maros mengusulkan adanya satu titik pemberangkatan yang dapat digunakan untuk mengatur keberangkatan jemaah secara lebih terorganisasi.
“Kalau bisa, pemberangkatan haji tahun depan dipusatkan di satu tempat, di Masjid Al-Markaz, supaya tidak menimbulkan kemacetan yang parah di Asrama Haji Sudiang,” katanya.
Muetazim berharap usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan mekanisme pemberangkatan jemaah haji asal Maros pada musim haji berikutnya.
Dengan adanya titik pemberangkatan yang terpusat, proses pelepasan jemaah diharapkan dapat berlangsung lebih tertib, sementara arus kendaraan di sekitar Asrama Haji Sudiang dapat diminimalkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, menyambut positif usulan tersebut. Menurutnya, pemusatan titik pemberangkatan memiliki sejumlah keuntungan, terutama karena Kabupaten Maros berada relatif dekat dengan Asrama Haji Sudiang.
Selain membantu pengaturan perjalanan, skema tersebut juga dinilai dapat mengurangi kelelahan jemaah sebelum memasuki tahapan perjalanan berikutnya.
“Maros ini dekat dengan Asrama Haji. Kemudian, skema ini juga diharapkan tidak menimbulkan efek terlalu capek dan lelah bagi jemaah. Dari titik pemberangkatan, jemaah bisa langsung masuk asrama,” ujar Ahmad.
Ia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti masukan tersebut dengan mempersiapkan berbagai aspek teknis pemberangkatan. Penataan mekanisme ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah sekaligus mendukung kelancaran pelayanan haji.
“Kami tentu akan mempersiapkan seluruh aspek teknis dengan sebaik mungkin agar proses pemberangkatan jemaah asal Maros dapat berjalan tertib dan memberikan pelayanan yang optimal sejak pelepasan hingga memasuki Asrama Haji Sudiang,” pungkasnya.
Leave a Reply