Kadis Pariwisata Maros Dorong Peran Pemuda dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros H. Suwardi Sawedi menghadiri kegiatan Youth & Tourist Eco-Workshop Maros-Pangkep yang digelar di Taman Arkeologi Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Lontara Hijau tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi generasi muda, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas pengembangan destinasi yang berkelanjutan dengan mengedepankan potensi alam dan budaya Maros-Pangkep.

Sejumlah akademisi dan praktisi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dosen Pariwisata Universitas Hasanuddin Aqila Nurul Latif dan Musawwir Muhtar.

Kehadiran H. Suwardi Sawedi menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Maros terhadap berbagai inisiatif yang melibatkan generasi muda dalam pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus memperkenalkan potensi destinasi wisata kepada masyarakat luas.

“Pemuda memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memperkenalkan potensi wisata Maros dan Pangkep. Kekayaan alam dan sejarah yang kita miliki harus dijaga dan dikenalkan dengan cara yang kreatif kepada generasi berikutnya,” ujar Suwardi.

Ia menilai kawasan Maros memiliki potensi wisata yang besar, terutama kekayaan kawasan karst dan situs arkeologi Leang-Leang yang memiliki nilai alam, sejarah, dan budaya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan aktivitas ekonomi. Aspek pelestarian lingkungan, perlindungan warisan budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat juga harus menjadi bagian dari pengelolaan destinasi.

“Pariwisata harus tumbuh sejalan dengan upaya menjaga lingkungan dan warisan budaya. Karena itu, kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas dan generasi muda sangat dibutuhkan,” katanya.

Melalui Youth & Tourist Eco-Workshop, peserta diajak melihat pengembangan pariwisata dari perspektif yang lebih luas. Keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting agar pertumbuhan destinasi tidak mengorbankan lingkungan maupun nilai budaya yang menjadi daya tarik utama.

Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan dan inovasi baru dalam pengelolaan destinasi wisata Maros-Pangkep. Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting untuk menghadirkan pendekatan baru dalam promosi, edukasi lingkungan, hingga pengembangan pengalaman wisata.

Kegiatan di Taman Arkeologi Leang-Leang tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa keberlanjutan pariwisata merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, potensi alam dan budaya Maros-Pangkep diharapkan dapat terus terjaga sekaligus dikembangkan sebagai destinasi yang inovatif dan berkelanjutan.

Leave a Reply