MAROS, Pemerintah Kabupaten Maros kembali menorehkan prestasi nasional setelah berhasil meraih Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp6.006.958.000 dari pemerintah pusat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja Maros dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menerima penghargaan tersebut dalam kegiatan resmi yang digelar di Jakarta, Senin (17/11/2025). Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah.
“Keberhasilan ini adalah buah kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi prestasi seluruh warga Maros,” ujarnya.
Muetazim menambahkan bahwa DIF tersebut akan menjadi motivasi tambahan bagi Pemkab Maros untuk memperkuat kerja lintas sektor dalam menekan angka stunting. Menurutnya, komitmen bersama adalah kunci agar penurunan prevalensi stunting dapat terus berlanjut setiap tahun.
“Kami ingin memastikan angka stunting di Maros terus menurun. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimis dapat mencapai target nasional,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa dana insentif dari pemerintah pusat akan dialokasikan untuk program strategis, termasuk peningkatan layanan gizi, edukasi kesehatan ibu dan anak, penyediaan sanitasi layak, serta berbagai intervensi penting lainnya.
“Kami akan memastikan DIF ini tepat sasaran. Fokus kami tetap pada peningkatan kualitas hidup anak-anak di Maros. Penanganan stunting bukan hanya tentang angka, tetapi tentang masa depan generasi,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala DP3A Dalduk KB Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menjelaskan bahwa Maros termasuk dalam daftar 197 kabupaten/kota dengan kinerja terbaik secara nasional, sehingga layak memperoleh insentif ini.
Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pemetaan prioritas untuk menentukan alokasi anggaran, mengingat penanganan stunting melibatkan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Faktor-faktor seperti ketersediaan air bersih, masalah gizi, kawasan tanpa rokok, hingga penanganan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis akan menjadi fokus.
“Kemungkinan kami akan menggelar rapat lanjutan untuk menentukan pembagian anggaran ini, termasuk kemungkinan dialokasikan ke Dinas Kesehatan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perikanan, maupun dinas lainnya,” tutupnya.
Dengan dukungan dana insentif ini, Pemkab Maros berharap dapat semakin memperkuat langkah-langkah strategis dalam mewujudkan generasi Maros yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Leave a Reply