BULUKUMBA,MENARAINDONESIA.com-Dugaan praktik “86” atau penyelesaian kasus di luar jalur hukum dalam penanganan perkara narkoba di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, memicu sorotan tajam dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Pemuda Justicia Bulukumba. Mereka mendesak penegakan hukum dilakukan transparan dan tuntas tanpa tebang pilih.
Dalam pernyataan resminya, Pemuda Justicia mengungkap keprihatinan mereka terkait informasi yang beredar di masyarakat tentang adanya dugaan penyogokan yang menyeret nama pelaku berinisial DR dan AR. Kasus ini disebut-sebut mandek meski penangkapan sudah dilakukan dengan barang bukti yang ada.
“Kami sangat prihatin. Ini mencoreng nama institusi dan melemahkan kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba di Bulukumba,” kata juru bicara Pemuda Justicia, Sabtu (28/6/2025).
Pemuda Justicia menilai alasan kekurangan personel, seperti yang disampaikan Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Akmad Rizal, tidak bisa dijadikan pembenaran lambannya penanganan kasus. Menurut mereka, persoalan internal seharusnya tidak boleh menghalangi penegakan hukum yang transparan dan adil.
“Penangkapan sudah dilakukan, barang bukti ada, pengembangan kasus jelas, lalu kenapa prosesnya berhenti? Publik berhak tahu kejelasannya,” tegas perwakilan Pemuda Justicia.
Mereka pun mendesak Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan untuk turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan internal terhadap unit narkoba Polres Bulukumba. Hal ini diperlukan agar masyarakat yakin tidak ada penyimpangan dalam proses hukum.
“Kami tidak mau slogan perang melawan narkoba hanya jadi pemanis pidato. Kalau memang ada oknum yang bermain, tindak tegas. Kalau tidak ada, buktikan dengan membuka fakta sejelas-jelasnya agar isu ini tidak menjadi liar,” tegasnya.
Di akhir pernyataan, Pemuda Justicia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mengingatkan agar alasan kekurangan personel tidak lagi dijadikan tameng untuk menutupi potensi pelanggaran hukum.
“Bulukumba harus bersih dari narkoba dan juga bersih dari oknum penegak hukum yang bermain. Ini harga mati bagi kami,” pungkas mereka.
Leave a Reply