UNM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Tas HP Rajut

GOWA,MENARAINDONESIA.com-Universitas Negeri Makassar (UNM) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Salah satunya diwujudkan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Handmade Tas HP Rajut untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat” bersama Yayasan Pembinaan Muallaf Al-Istiqamah Mundo Perdido Timor-Timur Sulawesi Selatan (YPMIMPTT).

Program tersebut menyasar masyarakat binaan yayasan, khususnya kelompok perempuan dan ibu rumah tangga yang memiliki minat mengembangkan keterampilan ekonomi produktif.

Kegiatan dipimpin Nurhijrah, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim Dr. Hamidah Suryani, S.Pd., M.Pd. dan Nur Widya Anriyana, S.Pd., M.Pd. Peserta mendapatkan pembelajaran melalui demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan secara bertahap.

Materi pelatihan mencakup pengenalan alat dan bahan, teknik dasar merajut, pembuatan pola, proses perakitan hingga tahap penyelesaian atau finishing produk.

Ketua tim pengabdi, Nurhijrah, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi dari rumah.

“Kami ingin keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Tas HP rajut relatif sederhana untuk dibuat, dapat dikerjakan dari rumah, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai jual,” ujar Nurhijrah.

Produk yang dikembangkan dalam pelatihan berupa tas HP rajut atau crochet phone bag berbahan benang polyester maupun katun. Produk tersebut dilengkapi tali dan berbagai hiasan rajut sehingga memiliki fungsi praktis sekaligus nilai estetika sebagai aksesori.

Ketua YPMIMPTT, Muhammad Miolo, S.Sos., menyambut positif pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan bekal keterampilan yang dapat dikembangkan masyarakat binaan menjadi kegiatan produktif.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari UNM. Pelatihan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru kepada masyarakat binaan. Kami berharap keterampilan membuat tas HP rajut ini dapat terus dikembangkan sehingga menjadi peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” ungkap Muhammad Miolo.

Ia berharap pendampingan yang diberikan UNM dapat menjadi pemicu bagi masyarakat binaan untuk mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek produksi dan pemasaran.

Sementara itu, tim pengabdi UNM menilai keterampilan kerajinan tangan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan karena proses produksinya relatif fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kelompok usaha rajut yang mampu menghasilkan produk secara konsisten, mengembangkan desain yang lebih beragam, serta memasarkan produk melalui berbagai saluran pemasaran.

Melalui kegiatan ini, UNM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada transfer keterampilan, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.

Leave a Reply