UNM Perkuat Budaya Safety Riding, Komunitas Motor Dilatih Inspeksi Kendaraan Mandiri

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Fakultas Teknik memperkuat edukasi keselamatan berkendara di kalangan komunitas motor melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Budaya Safety Riding melalui Pelatihan Inspeksi Teknis Kendaraan Mandiri bagi Komunitas Motor.”

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PKM) PNBP Fakultas Teknik UNM Tahun Anggaran 2026 dengan komunitas motor sebagai mitra sasaran. Program ini diketuai Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd., bersama tim pengabdian yang terdiri atas Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd., Dr. Ir. Faizal Amir, S.Pd., M.Pd., dan Syapril, S.Pd., M.Pd.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas dalam melakukan inspeksi teknis kendaraan secara mandiri sebelum digunakan. Pemeriksaan awal dinilai penting untuk memastikan kendaraan berada dalam kondisi layak dan aman sebelum pengendara memulai perjalanan.

Melalui program tersebut, konsep safety riding tidak hanya ditekankan pada perilaku pengendara ketika berada di jalan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kondisi teknis kendaraan. Anggota komunitas dibekali kemampuan untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengenali berbagai kondisi kendaraan yang membutuhkan perhatian atau pemeriksaan lebih lanjut.

Ketua HAI Makassar Chapter, Kemal Arsyad, S.E., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi inspeksi teknis memberikan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh anggota komunitas dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

“Pelatihan ini memberikan manfaat karena anggota komunitas mendapatkan pengetahuan teknis yang dapat langsung diterapkan sebelum berkendara. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan komunitas,” ujar Kemal.

Ia menilai peningkatan pemahaman mengenai kondisi kendaraan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran keselamatan berkendara. Pengendara tidak hanya dituntut memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kesiapan kendaraan yang digunakan.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd., berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan transfer pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten oleh anggota komunitas.

“Kami berharap inspeksi kendaraan sebelum berkendara dapat menjadi kebiasaan positif dan berkelanjutan. Keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengendara, tetapi juga oleh kondisi kendaraan yang digunakan,” katanya.

Program pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara UNM dan komunitas motor dalam menerapkan pengetahuan akademik serta kompetensi teknis untuk menjawab kebutuhan keselamatan di masyarakat.

Dengan membiasakan pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan, anggota komunitas diharapkan semakin mampu mengidentifikasi potensi masalah teknis sejak dini. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya aktivitas berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab, baik bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Program ini menegaskan bahwa budaya safety riding dimulai sebelum kendaraan bergerak. Kesiapan pengendara dan kondisi teknis kendaraan merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam mewujudkan keselamatan berkendara.

Leave a Reply