PSPPI FT UNM Gelar Workshop Kurikulum 2026, Libatkan Industri dan Organisasi Profesi

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menggelar Workshop Kurikulum Tahun 2026 selama dua hari, 3–4 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yakni luring di Ruang Rapat Lantai 1 Dekanat FT UNM dan daring melalui platform Zoom.

Workshop tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan internal dan eksternal sebagai bagian dari penyusunan kurikulum yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna lulusan. Hadir dalam kegiatan itu Dekan Fakultas Teknik UNM, Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM., Koordinator PSPPI FT UNM, Ir. Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Makassar, Prof. Dr. Ir. Rustan Tarakka, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., serta Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Program Profesi Insinyur (FORKOM PPPI), Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., CSCA., APEC.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan dunia industri, alumni, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta Tim Taskforce penyusun kurikulum.

Workshop kurikulum ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PSPPI FT UNM dalam memastikan kurikulum pendidikan profesi insinyur tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta regulasi pendidikan tinggi dan profesi keinsinyuran.

Pada hari pertama, peserta melakukan pembahasan intensif terhadap draf kurikulum yang telah disusun oleh program studi bersama tim penyusun. Seluruh komponen kurikulum ditelaah untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar pendidikan profesi insinyur dan kebutuhan dunia kerja.

Sementara pada hari kedua, hasil penyusunan draf kurikulum dipresentasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Forum diskusi berlangsung interaktif dengan menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari akademisi, organisasi profesi, industri, alumni, dan mahasiswa sebagai bahan penyempurnaan kurikulum.

Dekan Fakultas Teknik UNM, Prof. Jamaluddin, mengapresiasi capaian PSPPI FT UNM yang berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari LAMTEK meskipun usia penyelenggaraannya masih relatif muda. Menurutnya, pembaruan kurikulum menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas pendidikan profesi insinyur di tengah perubahan regulasi dan kebutuhan industri.

“Masukan dari organisasi profesi, pengguna lulusan, alumni, dan industri menjadi dasar penting dalam menyusun kurikulum yang lebih adaptif, implementatif, dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa revisi kurikulum juga menjadi bentuk adaptasi terhadap regulasi terbaru, termasuk Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

Dalam workshop tersebut, pembahasan difokuskan pada enam komponen utama kurikulum, yakni visi dan misi program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, capaian pembelajaran mata kuliah, serta panduan pelaksanaan perkuliahan. Keenam aspek tersebut dikaji secara menyeluruh untuk memastikan keterpaduan antara tujuan pendidikan dan kompetensi profesi yang dibutuhkan di lapangan.

Seluruh masukan yang diperoleh selama kegiatan akan diakomodasi oleh Tim Taskforce sebagai bahan penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum ditetapkan dan diimplementasikan pada tahun akademik mendatang.

Workshop Kurikulum 2026 juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha dan dunia industri, alumni, serta masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan profesi insinyur yang unggul, relevan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Melalui penyempurnaan kurikulum tersebut, PSPPI FT UNM menargetkan lahirnya lulusan insinyur profesional yang memiliki kompetensi tinggi, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Reply