MAROS,MENARAINDONESIA.com-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros menggelar kegiatan Penguatan Literasi di Kabupaten Maros, Kamis (21/5/2026), sebagai upaya meningkatkan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Syamsudin, dan diikuti pelajar, pegiat literasi, unsur masyarakat, serta perwakilan instansi pemerintah di Kabupaten Maros.
Dalam sambutannya, Syamsudin menegaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing.
“Penguatan literasi harus menjadi gerakan bersama. Perpustakaan saat ini bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga pusat pembelajaran, pusat pengetahuan, dan ruang pengembangan kapasitas masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Nurjaya, Bachtiar Adnan Kusuma, dan Lory Hendrajaya.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya membangun budaya membaca sejak dini melalui peran keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Literasi juga dinilai menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas demokrasi, pelayanan publik, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini agar masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman,” kata Bachtiar Adnan Kusuma.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan literasi di Kabupaten Maros.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap gerakan literasi dapat terus berkembang dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat guna mewujudkan daerah yang maju, cerdas, dan berdaya saing.
Leave a Reply