Bupati Maros Hadiri Haul Temmu Taung Karaeng Turikale VI, Dorong Generasi Muda Rawat Warisan Sejarah

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, S.Si., menghadiri puncak Haul Temmu Taung Karaeng Turikale ke-VI La Sanrima Dg. Parukka Syech Abdul Qadir Jaelani, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang memadukan nilai sejarah, adat dan keagamaan tersebut berlangsung di Jalan Langsat 1, RT 03/RW 03, Lingkungan Redaberu, Kelurahan Turikale, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Rangkaian kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Masjid Lompoe Urwatul Wutsqa Turikale.

Bupati Chaidir Syam bersama Ketua TP-PKK Maros disambut tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Haul Temmu Taung Karaeng Turikale menjadi salah satu tradisi masyarakat yang tidak hanya bertujuan mengenang para leluhur, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai keteladanan yang diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam kesempatan tersebut, Chaidir Syam mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan haul memiliki makna penting karena mempertemukan nilai sejarah, budaya dan kehidupan keagamaan dalam satu momentum.

“Ini bukan hanya tentang mengenang para leluhur dan tokoh yang telah mendahului kita, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keteladanan yang mereka wariskan dapat terus kita jaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Chaidir Syam.

Ia menilai keberadaan tradisi lokal perlu terus dirawat agar generasi muda tidak kehilangan keterhubungan dengan sejarah dan akar budaya daerahnya.

Menurut Chaidir, kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat juga dapat menjadi ruang memperkuat persatuan serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Tradisi dan kegiatan keagamaan seperti ini harus terus kita jaga karena di dalamnya terdapat nilai silaturahmi, persatuan, keteladanan dan penghormatan kepada para pendahulu,” katanya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan doa bersama, zikir dan tausiah keagamaan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW turut memberikan nuansa religius sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Maros, pelestarian kegiatan seperti Haul Temmu Taung Karaeng Turikale merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan spiritual masyarakat. Nilai sejarah yang diwariskan para pendahulu diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Chaidir juga berharap generasi muda dapat mengambil nilai-nilai positif dari sejarah dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Kita ingin generasi muda mengenal sejarah daerahnya, memahami nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, kemudian menjadikannya sebagai bagian dari karakter dan kehidupan mereka,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk merawat sejarah, budaya dan nilai keagamaan sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Maros.

Leave a Reply