POLMAN,MENARAINDONESIA.com-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi Guru dan Santri di Pondok Pesantren Husnul Khatimah, Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (26/10/2022).
Pelatihan ini dibawakan langsung oleh Tim Dosen UNM yaitu Ir. Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Ketua, Jumadin, S.Pd., M.Pd, dan Ahmad Wahidiyat, S.Pd., M.Pd masing-masing sebagai anggota.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Ma’arif Husnul Khatimah, Ruwaydah S Ag M Si, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena menurutnya kegiatan ini akan menumbuhkan kepercayaan diri para santri sebagai bekal masa depan. Dirinya juga mengatakan bahwa hubungan kerjasama antara pihak UNM dengan SMK Ma’arif telah terjalin sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami Sangat mengapresiasi kegiataan pelatihan kewirausahaan ini dimana akan menumbuhkan kepercayaan diri para santri sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja. Hubungan kerjasama antara pihak UNM dengan SMK Ma’arif telah terjalin lama,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN Eng mengungkapkan bahwa mendorong lahirnya santri wirausaha sejalan dengan Visi UNM untuk mengembangkan Entrepreneurial University, membekali santri memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu merintis usaha.
“Hal ini merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat,” bebernya.
Dalam pelatihan ini, Muhammad Farid yang juga sebagai Sekretaris Lembaga Inovasi dan Pengembangan Kewirausahaan (LIPK) UNM selaku pemateri utama membawakan materi tentang Membangun Karakter Wirausaha Santri.
“Pesantren sebagai wadah untuk menyiapkan santri menjadi individu yang akan berkiprah di masyarakat. Memiliki karakter wirausaha akan menjadi bekal santri untuk mempunyai peluang lebih luas. Selain menjadi pendakwah, memiliki profesi lainnya, dan alternatif menjadi wirausaha serta mengembangkan usaha,” ucapnya.
“Karakter wirausaha ini akan terinternalisasi dalam diri santri apapun pilihan profesinya kelak, menjadi insan yang kreatif dan inovatif. Keunggulan santri, telah mendapatkan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kurikulumnya akan menjadi wirausaha yang menjunjung tinggi akhlakul qarimah,” terangnya.
Jumadin selaku pemateri selanjutnya, membawakan materi tentang Kewirausahaan Berbasis Digital. Aktivitas kehidupan kita tidak bisa lagi dipisahkan dengan pemanfaatan teknologi informasi, yang menandakan bahwa dalam menjalankan bisnispun telah bertransformasi berbasis digital.
“Mulai bangun pagi, belajar atau bekerja, hingga akan tidur menjadi keniscayaan menggunakan mobile phone dengan aplikasi android atau IOS. Hal ini dapat juga menjadi keuntungan secara ekonomis bila dimanfaatkan menjadi media digital marketing melalui platform media sosial antara lain facebook, whatsapp, instagram, twitter, YouTube, dan lainya untuk mempromosikan produk baik barang maupun jasa,” jelas Jumadin.
Leave a Reply