MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Kendari menuai kontroversi. Banyak penolakan dari berbagai pihak lantaran kondisi penyebaran Covid-19 di kota tersebut belum terkendali.
Rencananya, pelaksanaan Munas tersebut dilakukan pada, Rabu, 30 Juni mendatang. Namun penolakan dari berbagai pihak berdatangan seperti dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) salah satunya, karena berpotensi menghadirkan klaster baru penyebaran Covid-19.
Ketua Dewan Penasehat Kadin Sulawesi Selatan (Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh mengatakan, aspirasi mahasiwa tersebut harusnya menjadi pertimbangan pengurus dan panitia munas. Apalagi ada kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 karena mengundang banyak peserta.
Sebelumnya, Munas tersebut diagendakan di Bali. Namun belakangan berpindah ke Kendari. Alasannya karena daerah pariwisata tersebut masih terjaga. Kemudian, pelaksanaan acara di Kendari diakuinya ternyata menuai masalah.
“Kami harap agar aspirasi ini dipertimbangkan. Jalan keluarnya dengan menunda Munas untuk sementara. Karena jangan sampai muncul klaster penyebaran baru akibat banyaknya peserta”, bebernya.
Diapun tak tau pasti, jika ada kepentingan lain di balik pemindahan lokasi munas tersebut. Apalagi ada beberapa menteri di kubu Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie yang merupakan kandidat ketua saat ini.
“Bukan kita tunduk kepada demo mahasiswa. Tetapi semua tetap harus kita dengar. Jangan sampai diabaikan masalah Covid-19, karena munas akan mendatangkan banyak peserta,” tambahnya. (*)
Leave a Reply