Kubangan Stadion Mattoangin Telan Korban Jiwa, Pemprov Sulsel Sampaikan Duka Cita dan Akui Teledor

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) sampaikan duka cita atas dua korban jiwa yang tenggelam dikubangan bekas bongkaran proyek renovasi Stadion Mattoanging.

Ucapan duka cita tersebut disampaikan langsung, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Prov.Sulsel, Mujiono dalam sebuah konferensi pers di ruang kerja Satpol PP, Kantor Gubernur Prov.Sulsel, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo Nomor 269, Minggu (23/05/2021).

“Innalillahi Wainnalillahi Rojiun, saya atas nama Kasatpol PP Provinsi Sulsel mewakili pemerintah daerah mengucapkan turut berbelasungkawa kepada kedua korban dimana siang tadi terjadi insiden di wilayah stadion mattoainging”, ucap Mujiono.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa sebenarnya  wilayah tersebut sudah dipagari sejak bulan maret atas perintah langsung Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan pihaknya telah memasang pagar kawat sebagai tanda larangan untuk tidak bermain di area galian tersebut.

“Plt Gubernur Prov.Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman pada bulan Maret lalu telah memerintahkan kepada kami, untuk mengamankan lokasi Stadion Mattoanging. Dengan memasang pagar kawat pengaman agar masyarakat setempat menghindari lokasi pengerjaan proyek stadion mattoanging. Ternyata yang kami takuti benar terjadi, apalagi ada remaja yang menerobos masuk ke dalam area yang tidak kita inginkan dan dijadikan lokasi bermain dengan berenang di kubangan lubang bekas galian, seperti kejadian pagi tadi”, terang Kasatpol PP.

Kejadian serupa, sebelumnya telah pernah terjadi sebanyak dua kali namun tidak menelan korban jiwa. Bahkan pihaknya telah memberikan teguran keras di lapangan hanya tidak di indahkan.

“Anak-anak (remaja) yang memasuki stadiong mattoanging itu tanpa sepengetahuan penjaga, sebab pagar pengaman di bobol tanpa sepengetahuan petugas penjaga. bahkan mereka (anak-anak) menentang petugas yang lagi menjaga di lapangan,” tuturnya.

Mujiono juga menceritakan kronologis kejadian,  menurutnya pagi tadi sekitar Pukul 10.00 Wita ada delapan remaja masuk di area bekas Stadion Mattoangin. Yang berujung pada tewasnya dua remaja akibat tenggelam.

“Kronologinya terjadi pagi tadi sekitar pukul 10:00 Wita.  Sebanyak delapan anak-anak masuk di area bekas Stadion Mattoanging. Namun 15 menit kemudian tepatnya  pukul 10:15 Wita sudah ada laporan bahwa sudah ada yang tenggelam sekitar 3 orang remaja, inisial korban MNAN (13 tahun) dan AYIF (15 tahun), sehingga anggota Satpol-PP yang berada di lapangan memberikan pertolongan, hanya 1 yang bisa terselamatkan”, terangnya.

Kendati demikian, Mujiono mewakili pemerintah daerah sangat prihatin atas kejadian ini dengan mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan pihaknya segera melakukan penutupan pada kedua kubangan tersebut.

“Kami tidak inginkan ada kejadian lagi kedepannya dan mudah-mudahan dalam waktu dekat (besok) kita akan melakukan penimbunan dari lubang-lubang yang ada dibekas galian itu,” tutup Kasatpol PP.

Leave a Reply