GOWA,MENARAINDONESIA.com-Sebanyak 35 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, mengikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran animasi games edukatif berbasis Canva yang digelar Tim Pengabdi Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Pelatihan dipimpin Andi Zulfikar Yusuf, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim pengabdi dan Dian Atmasani, S.Pd., M.Pd.sebagai anggota.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil identifikasi awal bersama Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (K3TK) Kecamatan Pattallassang. Hasil identifikasi menunjukkan masih terdapat keterbatasan kompetensi sebagian guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital.
Sebagian guru masih lebih banyak menggunakan media pembelajaran konvensional. Sementara itu, pemanfaatan aplikasi digital, animasi, games edukatif, serta teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dinilai belum optimal.
Kondisi tersebut mendorong tim pengabdi merancang pelatihan dengan pendekatan praktis dan aplikatif. Guru tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan media pembelajaran digital.
Pelaksanaan kegiatan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari analisis kebutuhan mitra, perencanaan dan penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, praktik pembuatan produk, pendampingan, hingga evaluasi dan tindak lanjut.
Materi pelatihan meliputi pengenalan media pembelajaran digital, pemanfaatan fitur Canva, prinsip dasar animasi, perancangan games edukatif, serta pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk mendukung kreativitas guru.
Dalam sesi praktik, peserta diarahkan membuat media animasi games edukatif yang relevan dengan pembelajaran PAUD. Materi yang dikembangkan antara lain pengenalan huruf, angka, warna, dan bentuk, sehingga media yang dihasilkan dapat diterapkan dalam konsep belajar sambil bermain.
Antusiasme peserta terlihat selama proses demonstrasi, diskusi, praktik, dan pendampingan. Guru juga dilatih merancang materi visual, mengatur elemen grafis, menambahkan animasi, hingga menghasilkan media pembelajaran sederhana yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar di kelas.
Berdasarkan hasil evaluasi produk dan keterampilan peserta, sebanyak 70 persen peserta telah memiliki kemampuan membuat media pembelajaran berbasis Canva dengan kategori baik dan benar. Peserta juga mampu menghasilkan media animasi games edukatif yang lebih variatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.
Ketua IGTKI Kecamatan Pattallassang mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan media pembelajaran sangat relevan dengan kebutuhan guru PAUD saat ini.
“Pelatihan ini sangat menarik karena memanfaatkan teknologi dan aplikasi dalam membuat media pembelajaran PAUD yang interaktif dan inovatif. Harapan kami, pelatihan pengembangan kompetensi guru seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdi Fakultas Teknik melalui LP2M UNM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru PAUD di Kecamatan Pattallassang.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdi Andi Zulfikar Yusuf, S.Pd., M.Pd. mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis menggunakan Canva. Menurutnya, teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendorong kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif.
“Kami berharap kemampuan yang diperoleh guru melalui pelatihan ini dapat terus dikembangkan menjadi media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini,” ujar Zulfikar.
Andi menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD perlu tetap menempatkan aspek edukatif dan kebutuhan perkembangan anak sebagai pertimbangan utama. Dengan demikian, media digital yang dibuat guru tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung proses belajar sambil bermain.
Leave a Reply