MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Jurusan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT-UNM), memperkuat hubungan dengan dunia industri melalui kegiatan Kuliah Praktisi dan Sosialisasi Program Magang Industri bersama AHASS. Kegiatan tersebut diikuti 60 mahasiswa dari Program Studi D4 Mesin Otomotif dan S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT-UNM.
Kegiatan menghadirkan dua praktisi AHASS, yakni Fajar, A.Md. dan Eko, S.T., yang bertanggung jawab terhadap program Astra Motor School untuk wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon.
Kuliah praktisi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan kompetensi di industri otomotif sekaligus mendapatkan informasi mengenai peluang mengikuti program magang di jaringan AHASS.
Ketua Jurusan Teknik Otomotif FT-UNM, Prof. Dr. Drs. Syafiuddin Parenrengi, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan industri dalam proses pembelajaran penting untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kampus, tetapi juga perlu memahami standar dan budaya kerja yang diterapkan di industri,” ujar Syafiuddin.
Antusiasme mahasiswa terhadap program tersebut cukup tinggi. Dari 60 peserta yang mengikuti kegiatan, 35 mahasiswa menyatakan minat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti program magang di AHASS.
Salah seorang mahasiswa, Astry, menyambut positif kesempatan tersebut. Ia menilai program magang industri merupakan kesempatan yang telah lama dinantikan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
“Program magang ini merupakan kesempatan yang sudah lama dinantikan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, kami bisa lebih dekat dengan dunia industri dan mendapatkan pengalaman yang tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas,” kata Astry.
Pimpinan AHASS wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon (SULSELBARTRA dan Ambon), Anton Prihantono, S.T., M.T., memastikan pihaknya siap mengawal pelaksanaan program tersebut.
Meski sedang berada di luar kota, Anton menyampaikan komitmen tersebut melalui komunikasi WhatsApp.
“Kami selaku pimpinan AHASS SULSELBARTRA dan AMBON akan memastikan program ini berjalan dengan baik dan kami berjanji akan mengawal kegiatan ini dari proses seleksi hingga proses penyelesaian masa magang mahasiswa,” ujarnya.
Koordinator Program Studi D4 Mesin Otomotif FT-UNM, Jumadin, S.Pd., M.Pd., mengatakan program magang industri mendapat dukungan penuh dari program studi. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan magang dapat berlangsung selama dua semester atau setara dengan 40 SKS, dengan tetap mengacu pada regulasi akademik yang berlaku.
“Saya selaku Kepala Program Studi D4 Mesin Otomotif mendukung penuh praktik industri ini. Praktik industri dapat dilaksanakan selama dua semester atau setara 40 SKS selama satu tahun. Tentunya dengan memperhatikan regulasi, kami akan memastikan magang industri dapat dikonversi ke dalam 40 SKS,” jelas Jumadin.
Menurutnya, mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman industri dalam periode yang cukup panjang sekaligus mengintegrasikannya dengan proses pembelajaran akademik.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif FT-UNM, Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, pengalaman magang menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam situasi kerja nyata.
“Kegiatan magang industri ini merupakan laboratorium nyata untuk menguji tiga kompetensi utama mahasiswa. Secara kognitif, mahasiswa dilatih berpikir analitis dalam memecahkan masalah teknis kendaraan yang makin kompleks. Secara psikomotorik, mereka mengasah ketajaman motorik dan presisi kerja sesuai standar baku industri modern,” ungkap Wabdillah.
Ia menambahkan, pengalaman di industri juga berperan dalam membentuk karakter mahasiswa, khususnya terkait kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja.
“Yang paling krusial, magang ini membentuk aspek afektif mahasiswa, yaitu melahirkan etos kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Sinergi ketiga aspek inilah yang akan membentuk lulusan Pendidikan Teknik Otomotif menjadi calon pendidik vokasi atau profesional industri yang tangguh,” lanjutnya.
Kolaborasi antara Jurusan Teknik Otomotif FT-UNM dan jaringan AHASS di wilayah SULSELBARTRA dan Ambon diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memahami budaya kerja, standar operasional, kedisiplinan, serta tuntutan profesionalisme di industri otomotif.
Program magang ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan FT-UNM untuk berkarier sebagai tenaga profesional otomotif maupun pendidik vokasi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Leave a Reply