UNM Berdayakan Pemuda Tondong Tallasa Lewat Inovasi Smart-Mini Oven Pengecatan Otomotif

PANGKEP,MENARAINDONESIA.com-Universitas Negeri Makassar (UNM) mendorong peningkatan keterampilan dan peluang wirausaha pemuda di wilayah perdesaan melalui penerapan teknologi tepat guna. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk AUTOPAINT di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep.

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan pemuda melalui inovasi Smart-Mini Ovenuntuk mempercepat proses pengeringan cat kendaraan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pengecatan otomotif.

Kegiatan tersebut didanai melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025/2026.

Tim pengabdi UNM diketuai Ir. Muh. Bhilal Halim, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Teknik Otomotif UNM, dengan anggota Ir. Muhammad Iskandar Musa, S.Pd., M.T. dari UNM dan Yanti, S.Pd., M.T. dari Universitas Fajar. Program ini bermitra dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tondong Tallasa di bawah kepemimpinan Muhammad Hasim S.

Selama ini, proses pengecatan kendaraan di wilayah Tondong Tallasa masih banyak menggunakan metode pengeringan alami di ruang terbuka. Cara tersebut membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 24 jam dan sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Selain memperlambat proses pengerjaan, metode ini juga meningkatkan risiko debu dan kotoran menempel pada permukaan cat.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim UNM memperkenalkan Smart-Mini Oven sebagai perangkat pengering portabel yang dirancang untuk kebutuhan bengkel skala pemula.

Perangkat tersebut dilengkapi termostat digital yang mampu mempertahankan suhu pada kisaran 38–43 derajat Celsius. Smart-Mini Oven juga dirancang hemat energi dengan konsumsi daya sekitar 260 Watt, yang berasal dari dua elemen pemanas masing-masing 130 Watt.

Penerapan teknologi tersebut mampu memangkas waktu pengeringan cat secara signifikan. Dari sebelumnya 12–24 jam dengan metode alami, proses pengeringan dapat dilakukan sekitar 1–4 jam, atau lebih cepat hingga sekitar 85 persen.

Ketua Tim Pengabdi PKM UNM, Ir. Muh. Bhilal Halim, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian peralatan, tetapi juga pada proses transfer teknologi dan peningkatan kompetensi pemuda.

“Melalui bantuan pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek, kami ingin menjembatani hasil riset dan teknologi tepat guna dari kampus agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat perdesaan. Kami melihat potensi besar pada generasi muda di Tondong Tallasa, dan dengan hadirnya Smart-Mini Oven ini, kami optimistis para pemuda dapat menghasilkan karya pengecatan otomotif berstandar industri serta mampu mengelola bengkel usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Bhilal.

Selain menyerahkan satu unit Smart-Mini Oven, tim pengabdi juga menyediakan sejumlah peralatan pendukung, antara lain kompresor listrik 1 HP, spray gun HVLP, serta Alat Pelindung Diri (APD) untuk mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sebanyak 10 pemuda anggota KNPI mengikuti pelatihan teknis dengan pendekatan learning by doing. Materi pelatihan meliputi pengenalan material cat, teknik pengamplasan bertingkat mulai dari grit 220 hingga 2000, teknik penyemprotan, prosedur K3, hingga pengoperasian Smart-Mini Oven.

Pelatihan tersebut menunjukkan peningkatan kompetensi peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, nilai rata-rata peserta meningkat dari 45,2 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test, atau mengalami peningkatan sekitar 82,9 persen.

Tidak hanya keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen bengkel, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok jasa, hingga strategi pemasaran digital.

Materi tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam mengembangkan usaha jasa pengecatan otomotif secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua KNPI Kecamatan Tondong Tallasa, Muhammad Hasim S., mengapresiasi program yang dilaksanakan UNM tersebut. Menurutnya, teknologi yang diperkenalkan memberikan manfaat langsung bagi pemuda, terutama dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi pekerjaan pengecatan kendaraan.

“Smart-Mini Oven membuat hasil pengecatan menjadi lebih rapi, mengkilap, dan cepat kering. Teknologi ini juga menjadi modal penting bagi pemuda untuk mulai merintis usaha bengkel secara mandiri,” kata Muhammad Hasim.

Program AUTOPAINT dirancang sebagai bagian dari upaya memperluas peluang ekonomi bagi pemuda usia produktif di wilayah perdesaan. Tingginya minat terhadap bidang otomotif dinilai dapat dikembangkan menjadi peluang usaha apabila didukung keterampilan, teknologi, dan pendampingan yang memadai.

Melalui penerapan Smart-Mini Oven, proses pengecatan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca. Efisiensi waktu juga memungkinkan pelaku usaha meningkatkan kapasitas pelayanan kepada pelanggan.

Tim pengabdi UNM berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan dan menjadi dasar pembentukan usaha bengkel komunitas di Kecamatan Tondong Tallasa.

Program ini sekaligus menjadi bentuk hilirisasi teknologi tepat guna dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pemuda melalui pengembangan usaha berbasis kompetensi.

Program PKM AUTOPAINT juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi di wilayah perdesaan.

Leave a Reply