Bupati Maros Sambut Kepulangan Jamaah Haji 2026, Ajak Calon Jamaah 2027 Persiapkan Diri Sejak Dini

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros, H.A.S. Chaidir Syam, menghadiri acara penyambutan jamaah haji Kabupaten Maros Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung di Masjid Agung Maros, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, jajaran Pemerintah Kabupaten Maros, serta keluarga jamaah.

Dalam sambutannya, Chaidir Syam menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jamaah haji yang telah menunaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia berharap para jamaah dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Selamat datang kembali di Kabupaten Maros. Semoga seluruh jamaah menjadi haji yang mabrur, membawa semangat baru dalam kehidupan bermasyarakat, serta menjadi inspirasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Chaidir Syam.

Pada musim haji 2026, sebanyak 626 jamaah asal Kabupaten Maros diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar. Namun, di tengah penyelenggaraan ibadah haji, Kabupaten Maros juga menerima kabar duka atas wafatnya salah seorang jamaah, almarhum Sangkala Manrulu Tonga, yang meninggal dunia di Tanah Suci pada 6 Juni 2026 setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan.

Bupati Maros menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia juga mengimbau masyarakat yang telah masuk dalam daftar tunggu keberangkatan haji tahun 2027 untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek kesehatan, kelengkapan administrasi, maupun pemahaman manasik haji.

“Persiapan sejak dini sangat penting agar calon jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, sehat, dan khusyuk. Selain kesiapan administrasi, kondisi fisik dan pemahaman manasik juga menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci,” kata Ahmad Ihyadin.

Suasana penyambutan berlangsung penuh haru. Ratusan anggota keluarga memadati Masjid Agung Maros untuk menyambut kepulangan para jamaah setelah menunaikan rukun Islam kelima. Momen tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus kebahagiaan bagi keluarga yang kembali berkumpul dengan para tamu Allah.

Pemerintah Kabupaten Maros berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi inspirasi bagi para jamaah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Leave a Reply