MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Jaringan Anti Narkoba (JAN) Sulawesi Selatan mengecam keras tindakan pemukulan terhadap demonstran mahasiswa yang terjadi di depan Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa, pada Senin (25/5/2026).
Peristiwa tersebut disebut bukan lagi sekadar dugaan, melainkan tindakan kekerasan yang nyata terjadi di lapangan dan disaksikan banyak pihak. Mirisnya, aksi pemukulan itu diduga melibatkan oknum pegawai lapas bersama warga binaan terhadap massa aksi yang sedang menyampaikan aspirasi terkait isu peredaran narkotika.
Sekretaris JAN Sulsel, Akbar Muhammad, menilai peristiwa ini sebagai preseden buruk bagi dunia pemasyarakatan dan memperlihatkan adanya situasi yang sangat tidak sehat di dalam Lapas Bollangi.
“Ini bukan lagi dugaan pemukulan. Kekerasan itu terjadi hari ini dan publik menyaksikan langsung bagaimana demonstran dipukul. Yang lebih memprihatinkan, keterlibatan warga binaan dalam pembubaran aksi menunjukkan adanya kegagalan kontrol yang sangat serius di dalam lapas,” tegas Akbar Muhammad.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam menghadapi demonstran di luar area steril keamanan lapas tidak mungkin terjadi tanpa adanya pembiaran atau restu dari pihak yang memiliki otoritas di dalam lembaga tersebut.
“Sulit diterima akal sehat kalau warga binaan bisa ikut terlibat dalam pembubaran aksi tanpa sepengetahuan pihak lapas. Publik pasti bertanya-tanya, ini atas restu siapa? Karena itu Kalapas Bollangi wajib bertanggung jawab atas kejadian ini,” lanjutnya.
JAN Sulsel juga menyoroti bahwa insiden kekerasan tersebut terjadi di tengah mencuatnya isu dugaan peredaran hingga 40 kilogram sabu yang disebut-sebut dioperasikan dari dalam Lapas Bollangi. Menurut Akbar, situasi ini justru semakin memperbesar kecurigaan publik bahwa ada kepentingan tertentu yang sedang dijaga.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa yang dilindungi bukan marwah lembaga pemasyarakatan, tetapi bandar dan pemain narkoba yang diduga beroperasi dari dalam lapas. Kalau kritik mahasiswa dibalas dengan kekerasan, maka wajar publik mencurigai ada sesuatu yang sedang ditutupi,” katanya.
Akbar Muhammad berharap kejadian tersebut murni merupakan tindakan internal di tingkat lapas dan tidak melibatkan pihak lain di atasnya.
“Kami berharap ini benar-benar hanya inisiatif di level lapas. Jangan sampai publik menduga ada restu atau pesanan dari pihak tertentu, termasuk dari jajaran Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karena kalau sampai ada pembiaran terhadap pelibatan warga binaan dalam pembubaran aksi, ini sangat berbahaya bagi marwah institusi negara,” ujarnya.
JAN Sulsel mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus pemukulan demonstran sekaligus pengusutan total dugaan jaringan narkotika yang disebut beroperasi dari dalam Lapas Bollangi. Mereka juga meminta evaluasi terhadap seluruh jajaran pengamanan dan pimpinan lapas.
“Negara tidak boleh kalah terhadap mafia narkoba. Jangan biarkan lembaga pemasyarakatan berubah menjadi ruang gelap yang anti kritik dan kehilangan kendali,” tutup Akbar Muhammad.
Leave a Reply