MAROS,MENARAINDONESIA.com-Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam kegiatan peresmian ekspor rumput laut oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso di kawasan industri Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan sektor ekspor komoditas unggulan daerah.
Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Asia Sejahtera Mina Pattene sebagai perusahaan eksportir yang berbasis di Kabupaten Maros. Pelepasan ekspor ini menandai pengiriman perdana rumput laut dari kawasan industri Marusu ke pasar internasional serta memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu sentra produksi rumput laut nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah, termasuk komoditas rumput laut, guna memperkuat neraca perdagangan nasional dan memperluas akses pasar global.
“Kami terus mendorong ekspor produk bernilai tambah agar komoditas Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional. Rumput laut adalah salah satu potensi besar yang harus kita optimalkan,” ujar Budi Santoso.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi besar dalam produksi rumput laut yang menjadi komoditas strategis sektor kelautan dan perikanan. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi petani dan pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produksi.
“Sulawesi Selatan memiliki potensi rumput laut yang sangat besar. Kita ingin memastikan komoditas ini memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat,” kata Andi Sudirman.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur menilai kehadiran perusahaan eksportir di wilayah Maros memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha dan petani rumput laut.
“Keberadaan perusahaan eksportir di Maros tentu membuka peluang besar bagi peningkatan nilai ekspor daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar Muetazim.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap kegiatan ekspor ini dapat memperkuat ekosistem industri rumput laut, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong Maros menjadi salah satu pusat pengolahan dan ekspor komoditas kelautan di Sulawesi Selatan.
Leave a Reply