MAROS,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Muetazim Mansyur menggelar rapat evaluasi kinerja bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menilai capaian triwulan pertama tahun 2026.
Rapat tersebut menjadi forum strategis dalam mengukur progres pelaksanaan program kerja sekaligus merumuskan langkah lanjutan guna meningkatkan kinerja pemerintahan daerah.
Dalam pertemuan itu, tercatat rata-rata serapan anggaran daerah telah mencapai 22 persen. Bupati Chaidir Syam menilai capaian tersebut cukup baik sebagai awal tahun anggaran, meski tetap perlu ditingkatkan pada periode berikutnya.
“Capaian 22 persen ini adalah awal yang cukup baik. Kita akan maksimalkan lagi. Biasanya tren kenaikan serapan itu terlihat sangat dinamis di triwulan kedua dan ketiga nanti,” ujar Chaidir.
Ia menjelaskan, berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, peningkatan signifikan serapan anggaran umumnya terjadi pada triwulan kedua dan ketiga. Hal ini menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam mengejar target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, Chaidir mengingatkan agar seluruh OPD tetap meningkatkan kinerja, terutama bagi perangkat daerah yang masih mencatatkan serapan rendah.
Beberapa OPD yang tercatat memiliki serapan anggaran relatif rendah di antaranya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Kopumdag) sebesar 12 persen, yang dipengaruhi skema sewa ruko pasar per enam bulan.
Selain itu, Dinas Pertanian berada pada angka 11 persen akibat kendala pada sektor Rumah Potong Hewan (RPH), serta Dinas Pariwisata sebesar 9,6 persen di luar kontribusi objek wisata Bantimurung.
Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Leave a Reply