GOWA,MENARAINDONESIA.com-Ormas Nusantara9 Sulawesi Selatan turut menyoroti meningkatnya intensitas operasi penggeledahan yang dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Gowa di tengah situasi politik daerah yang belakangan dinilai semakin sensitif.
Melalui Ketua Umumnya, Illank Radjab, Nusantara9 Sulawesi Selatan yang merupakan binaan tokoh nasional Joko Darianto, yang akrab disapa Pa’ De, mengingatkan pentingnya menghadirkan pendekatan keamanan yang menenangkan masyarakat dan tidak memunculkan ketegangan baru di ruang publik.
Menurut Illank, Polres Gowa tentu memiliki kewenangan dalam menjalankan proses penegakan hukum, termasuk dalam penanganan dugaan tindak pidana maupun kasus-kasus korupsi yang membutuhkan langkah penggeledahan dan penyelidikan. Namun ia menilai, pola pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi sosial-politik masyarakat saat ini.
“Kami menghormati tugas dan kewenangan Polres dalam penegakan hukum. Tetapi di tengah situasi Gowa yang sedang panas secara politik, pendekatan aparat juga harus mampu menjaga ketenangan masyarakat,” ujar Illank Radjab.
Ia mengatakan, dalam banyak penanganan kasus dugaan korupsi, penggeledahan biasanya dilakukan secara profesional dan terukur tanpa menimbulkan kegaduhan sosial yang berlebihan. Karena itu, menurutnya, masyarakat mulai bertanya-tanya ketika intensitas operasi di lapangan terlihat semakin tinggi di tengah situasi politik daerah yang memanas.
“Publik pasti membaca situasi. Ketika operasi penggeledahan terus muncul di ruang publik pada momentum politik seperti sekarang, tentu masyarakat akan mengaitkan banyak hal. Ini yang harus dibaca secara bijak oleh Polres,” katanya.
Illank menegaskan, Nusantara9 Sulawesi Selatan di bawah pembinaan Pa’ De Joko Darianto selalu mengedepankan stabilitas daerah, persatuan masyarakat, dan ketahanan sosial sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan nasional dari tingkat daerah.
“Spirit yang selalu diajarkan Pa’ De adalah menjaga Indonesia dengan pendekatan kebangsaan dan keteduhan sosial. Karena itu kami berharap Polres juga hadir sebagai pendingin suasana, bukan justru menghadirkan atmosfer yang membuat masyarakat semakin tegang,” lanjutnya.
Menurutnya, masyarakat Gowa memiliki karakter emosional dan solidaritas sosial yang sangat kuat sehingga setiap tindakan aparat di ruang publik akan cepat membentuk persepsi di tengah masyarakat.
“Polri adalah institusi sipil yang harus dekat dengan masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa daerahnya sedang berada dalam tekanan atau situasi yang tidak kondusif. Hari ini masyarakat lebih membutuhkan rasa aman dan ketenangan,” tegas Illank.
Di akhir keterangannya, Nusantara9 Sulawesi Selatan mengajak seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, elite politik, dan kelompok masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas Kabupaten Gowa agar tidak terjebak dalam suasana yang memperuncing polarisasi sosial.
“Gowa ini rumah bersama. Semua pihak harus menahan diri dan menjaga ruang publik tetap sehat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari situasi politik yang terus memanas,” tutupnya.
Leave a Reply