MAROS,MENARAINDONESIA.com-Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus peninjauan lapangan di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan, koordinasi, serta memastikan pelaksanaan program strategis pemerintah daerah berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan itu, Bupati Maros meresmikan Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Tahun Anggaran 2025 di sejumlah satuan pendidikan. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Pendidikan adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Maros. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah ini kami lakukan agar anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan fasilitas pendidikan semakin layak,” ujar Chaidir Syam.
Adapun sekolah yang menjadi lokasi peresmian program revitalisasi meliputi SDN 238 Inpres Bonto Parang, SDN 152 Inpres Baddo Ujung, UPTD SMPN 21 Tompobulu, UPTD SMPN 24 Tompobulu, serta SMPN 38 Satap Bonto Parang.
Selain sektor pendidikan, Bupati Maros juga meresmikan penggunaan Daerah Irigasi Bulu Marapa yang melayani areal persawahan seluas kurang lebih 200 hektare. Infrastruktur irigasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kecamatan Tompobulu.
“Dengan berfungsinya irigasi ini, kami berharap hasil pertanian masyarakat meningkat dan kesejahteraan petani dapat terus didorong,” katanya.
Di sela-sela kunjungan kerja, Bupati Maros turut meninjau progres pembangunan jembatan gantung di Desa Bontomanurung. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana penghubung yang menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, baik di sektor pendidikan, pertanian, maupun konektivitas wilayah, guna mendukung pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
Leave a Reply