UNM Gelar Pelatihan Teaching Factory di SMK Negeri 5 Gowa: Perkuat Keterampilan Kerja Berbasis Industri

GOWA,MENARAINDONESIA.com-Tim dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 5 Gowa dengan mengusung tema “Strategi Penerapan Teaching Factory untuk Meningkatkan Keterampilan Kerja Siswa.”

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran berbasis produksi serta mendorong terciptanya lulusan SMK yang siap kerja dan kompetitif di dunia industri.

Program pengabdian ini dipimpin oleh Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, dengan anggota Prof. Dr. Wasir Talib, M.S. dan Siti Ruqaiyah Baharuddin, S.T., M.T.. Ketiganya berkolaborasi langsung dengan pihak sekolah untuk memperkuat implementasi Teaching Factory (Tefa) sebagai model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan dunia pendidikan dengan dunia industri.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan UNM dalam pendampingan dan pelatihan bagi para guru.

“Teaching Factory merupakan jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, guru dan siswa kami dapat belajar dalam suasana kerja nyata, memahami proses produksi, serta mengembangkan etos kerja profesional,” ujar Ilyas.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan, sehingga SMK Negeri 5 Gowa menjadi sekolah rujukan dalam penerapan Teaching Factory di Sulawesi Selatan.

“Dengan dukungan perguruan tinggi dan dunia industri, kami siap mencetak lulusan yang unggul, kreatif, dan kompetitif,” tambahnya.

Pelatihan yang digelar di aula utama SMK Negeri 5 Gowa diikuti oleh guru dari berbagai program keahlian. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi konsep Teaching Factory, diikuti dengan pelatihan penyusunan kurikulum berbasis produksi yang diselaraskan dengan kebutuhan industri, serta pengelolaan unit produksi sekolah. Para peserta juga mengikuti simulasi pembelajaran berbasis industri, mulai dari perencanaan hingga evaluasi hasil produksi siswa.

Ketua tim, Ir. Wabdillah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen UNM dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

“Kami ingin membantu guru-guru SMK memahami bagaimana mengelola pembelajaran yang meniru proses kerja industri secara nyata. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Para guru menilai pelatihan Teaching Factory memberikan wawasan baru dalam mengelola pembelajaran kontekstual dan aplikatif berbasis industri. Di akhir kegiatan, peserta menyusun rancangan pembelajaran berbasis Teaching Factory yang siap diimplementasikan di kelas masing-masing.

Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 5 Gowa diharapkan mampu menjadi sekolah percontohan penerapan Teaching Factory di Sulawesi Selatan. Sinergi antara Universitas Negeri Makassar dan SMK Negeri 5 Gowa mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan pendidikan vokasi yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Leave a Reply