SIDRAP,MENARAINDONESIA.com-Universitas Hasanuddin melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPMU-PKM) menggagas kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Pekarangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini digelar Jumat (20/6/2025) dan menjadi bagian dari inisiatif Universitas Hasanuddin untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Syamsuar Manyullei, SKM., M.Kes., MSc.PH., bersama tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, yaitu Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., dan Nasrah, SKM., M.Kes. Dukungan penuh diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas.
Dalam kegiatan ini, warga diperkenalkan pada pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan obat keluarga. Berbagai tanaman konsumsi seperti bayam, tomat, dan cabai, serta tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, dan meniran diperkenalkan kepada warga untuk ditanam secara mandiri di pot atau polybag. Selain meningkatkan ketahanan pangan, program ini juga mendorong kesehatan keluarga melalui pengobatan tradisional berbasis TOGA.
“Pekarangan rumah bisa menjadi solusi atas ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Dengan pendekatan sederhana, pekarangan dapat berubah menjadi sumber sayur, obat, bahkan tambahan pendapatan,” ujar Dr. Syamsuar.
Kolaborasi Erat dengan Pemerintah Desa
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Wanio, Muhammad Aziqin, beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat. Mereka menyambut baik edukasi berbasis praktik yang relevan dengan kondisi masyarakat, terutama dalam menghadapi kenaikan harga pangan dan keterbatasan layanan kesehatan.
Warga pun antusias mengikuti sesi praktik penanaman dan pemanfaatan TOGA. Banyak dari mereka baru menyadari manfaat kesehatan dari tanaman yang sudah lama tumbuh di sekitar rumah mereka.
Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program ini dirancang untuk mendukung pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Memacu ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
- SDG 3 (Kesehatan yang Baik): Meningkatkan pemanfaatan TOGA untuk pengobatan tradisional.
- SDG 11 (Pemukiman Berkelanjutan): Mendorong masyarakat desa menjadi mandiri dan ramah lingkungan.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab): Pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair.
Inovasi tambahan dalam kegiatan ini adalah integrasi dengan alat pembakar sampah nir asap. Limbah yang diolah tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menghasilkan pupuk organik cair yang digunakan untuk menyuburkan tanaman TOGA dan sayuran.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Menutup kegiatan, tim PPMU Unhas menyampaikan bahwa edukasi ini bukan sebatas pelatihan sekali jalan. Mereka berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan untuk perawatan TOGA, pembuatan pupuk cair, dan pengembangan pekarangan produktif berbasis komunitas.
“Kami ingin dampaknya nyata. Bukan hanya kegiatan seremonial, tapi menjadi perubahan yang dirasakan langsung oleh warga,” tegas Nasrah, anggota tim.
Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Wanio diharapkan menjadi contoh sukses praktik ketahanan pangan lokal dan keberlanjutan lingkungan berbasis partisipasi warga.
Leave a Reply