PPMU Unhas Kenalkan Inovasi Pengelolaan Sampah Nir Asap di Desa Wanio Sidrap

SIDRAP, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU Unhas) menggelar kegiatan edukatif bertema “Edukasi Pengelolaan Sampah Nir Asap” di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (20/6/2025). Program ini merupakan bagian dari kegiatan PPMU-PKM yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas.

Tim pelaksana yang dipimpin oleh Dr. Syamsuar Manyullei, SKM., M.Kes., MSc.PH bersama anggota Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., dan Nasrah, SKM., M.Kes., memperkenalkan alat pembakaran sampah khusus yang ramah lingkungan. Teknologi ini memungkinkan sampah rumah tangga dibakar tanpa menghasilkan asap berbahaya, sekaligus menghasilkan pupuk organik cair dari limbah pembakaran.

“Pengelolaan sampah tidak harus berdampak negatif terhadap lingkungan jika dilakukan dengan teknologi yang tepat. Alat nir asap ini adalah solusi praktis dan sehat untuk warga,” jelas Dr. Syamsuar dalam sesi penyuluhan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Wanio, Muhammad Aziqin, unsur BPD, kader kesehatan desa, serta tokoh masyarakat. Mereka antusias mengikuti pemaparan dan berdiskusi langsung mengenai proses pembakaran nir asap, jenis sampah yang sesuai, hingga pemanfaatan abu dan cairan hasil pembakaran sebagai pupuk alami.

Kepala Desa Wanio menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Ia menilai program tersebut sangat sesuai dengan kondisi desa, di mana praktik pembakaran sampah secara tradisional masih umum dan menimbulkan gangguan kesehatan.

“Selama ini warga kami membakar sampah tanpa kontrol, menghasilkan asap pekat. Dengan alat ini, ada harapan baru bagi lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya.

Selain edukasi teknis, kegiatan ini juga membangun kesadaran ekologis warga. Masyarakat diajak memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, serta memahami bahaya jangka panjang dari pembakaran sampah terbuka.

Tim pengabdi memastikan akan melanjutkan pendampingan teknis secara berkala, agar penggunaan alat nir asap ini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan.

Program ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor lingkungan dan kesehatan. Tim PPMU Unhas berharap Desa Wanio dapat menjadi percontohan desa bersih dan mandiri dengan pendekatan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Leave a Reply