MAROS,MENARAINDONESIA.com-Pemerintah Kabupaten Maros melalui Sekretaris Daerah A. Davied Syamsuddin, S.STP., M.Si., secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maros yang digelar di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Rabu (23/4/2025). Acara ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan arah dan kebijakan baru dalam pembinaan serta pengembangan olahraga tenis meja di Kabupaten Maros.
Dalam sambutannya, Sekda A. Davied Syamsuddin menekankan pentingnya peran organisasi olahraga dalam mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Maros di tingkat provinsi maupun nasional.
“Tenis meja tidak hanya olahraga rekreasi, tapi juga dapat menjadi wadah pembinaan karakter dan prestasi bagi generasi muda. Kami mengapresiasi PTMSI Maros atas inisiasinya menyelenggarakan musyawarah ini,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris KONI Kabupaten Maros, Chaerul Syahab, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penguatan organisasi olahraga cabang tenis meja. Ia juga menegaskan kesiapan KONI dalam memfasilitasi program kerja yang disusun PTMSI ke depan.
Musyawarah diikuti oleh berbagai perwakilan klub tenis meja, pengurus cabang olahraga, hingga tokoh masyarakat yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dunia olahraga di Maros. Dalam forum tersebut, sejumlah isu dibahas, termasuk strategi pencarian dan pembinaan atlet muda, peningkatan fasilitas latihan, hingga sinergi dengan stakeholder olahraga lainnya.
Musyawarah Kabupaten ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi program-program sebelumnya dan menyusun rencana kerja baru yang lebih terarah dan berkelanjutan. Hasil dari musyawarah ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi PTMSI Maros serta menjadikan olahraga tenis meja semakin diminati oleh masyarakat luas, khususnya kalangan pelajar dan pemuda.
Dengan terlaksananya Musyawarah Kabupaten PTMSI ini, Pemerintah Kabupaten Maros menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan olahraga berbasis prestasi dan partisipatif, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan kompetitif.
Leave a Reply