Ancam Tradisi Religius Masyarakat Makassar, KAHMI Sulsel Desak Pemprov Tinjau Ulang Izin Operasional W Super Club

Prof. Dr. Aminuddin Syam, Koordinator Presidium KAHMI Sulawesi Selatan.

img img

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-W Super Club Makassar milik pengacara kondang Hotman Paris yang berlokasi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), mendapat penolakan keras dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan. KAHMI Sulawesi Selatan menilai bahwa klub malam tersebut berpotensi merusak ketentraman dan tradisi religius masyarakat setempat.

Dalam rilis resmi yang diterima, KAHMI Sulawesi Selatan menyampaikan pandangan kritis yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan:

  1. KAHMI Sulawesi Selatan menilai bahwa keberadaan W Super Club dapat merusak tradisi religius masyarakat yang selama ini dijaga dan dihidupkan melalui dakwah dan syiar agama Islam yang tegas dan jelas.
  2. Penolakan dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah, menunjukkan sikap serius masyarakat yang tidak menghendaki hadirnya W Super Club dengan alasan apapun. Mengabaikan pandangan masyarakat ini dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan, ketegangan, dan instabilitas sosial.
  3. KAHMI Sulawesi Selatan mendesak agar izin operasional W Super Club segera ditinjau ulang dan hasilnya disampaikan kepada publik.

Prof. Dr. Aminuddin Syam, Koordinator Presidium KAHMI Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa kehadiran klub malam tersebut bertentangan dengan nilai-nilai moral dan identitas Islam yang dianut oleh masyarakat Makassar.

“Kami menolak dengan keras keberadaan W Super Club di Makassar. Tempat hiburan semacam itu tidak hanya merusak moralitas sosial, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip agama dan budaya kita,” tegas Aminuddin Syam, Kamis (30/05/2024).

Penolakan ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, akademisi, dan aktivis sosial, yang merasa prihatin dengan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kehadiran klub malam tersebut. Sebelumnya, Muhammadiyah dan MUI juga tegas menolak kehadiran W Super Club di Makassar.

Aminuddin Syam menyerukan agar seluruh warga Makassar bersatu dalam menentang keberadaan tempat hiburan tersebut demi menjaga kesucian dan integritas nilai-nilai agama dan budaya di tengah masyarakat.

Pandangan KAHMI Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat gerakan penolakan ini dan menghasilkan keputusan yang menguntungkan bagi kemaslahatan umat.

ads

Leave a Reply