Realisasi Anggaran Masih Rendah, DPRD Bulukumba Kecewa

Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin HDK.

BULUKUMBA,MENARAINDONESIA.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba merasa kecewa atas realisasi belanja modal Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba, hingga akhir September 2022 yang masih rendah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin HDK.

Menurut Fahidin, angka tersebut terungkap saat pihaknya menggelar rapat dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), belum lama ini.

“Kami menemukan angka-angka realisasi, yang khusus untuk belanja modal sangat memprihatinkan,” kata Fahidin, Kamis (20/10/2022).

“Tentu sebagai mitra kerja komisi B itu sangat kecewa dengan hasil realisasi. Kenapa? karena APBD ini sudah direncanakan dengan target yang tepat. Rupanya sangat memprihatinkan,” lanjutnya

Khusus untuk belanja modal, lanjut Fahidin, dari total anggaran Rp350 miliar lebih, baru terealisasi sekitar Rp70 miliar atau hanya sekitar 20,23 persen. Kondisi ini, dinilai sangat mengecewakan.

Belanja modal ini, terdiri terdiri dari belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin belanja, belanja modal gedung dan bangunan, kemudian belanja jalan, jaringan dan irigasi dan aset tetap lainnya.

Khusus pada item belanja modal gedung dan bangunan, hingga akhir September baru terealisasi 5,97 persen.

Dari total anggaran Rp149 miliar lebih, yang terealisasi baru kurang lebih Rp8 miliar.

“Untuk belanja modal peralatan dan mesin belanja baru 14,6 persen. Kemudian jalan, jaringan dan irigasi baru 35,28. Artinya, kalau ini semua ditotal baru 20,23 persen,” beber Fahidin.

Olehnya Fahidin mengimbau pemda untuk fokus. Apalagi, Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, pemda sudah harus dipaksa.

“Apa gunanya APBD kalau kegiatan dan anggaran tidak bisa direalisasikan. Saya dan teman-teman agak kecewa dengan upaya Pemda memimpin OPD dalam rangka melaksanakan APBD,” sesal Fahidin.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Andi Sufardiman saat di konfirmasi awak media membenarkan jika realisasi anggaran masih 20 persen

“Iya, masih 20 persen perseptember, soal kendalanya tanya ke Bappeda, kami hanya menghimpun data, karena yang monev itu di Bappeda,” kata Andi Sufardiman.

Leave a Reply