Lawyer Tana Luwu Minta Kepolisian Objektif Tangani Kasus Penyerangan Asrama

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Puluhan pengacara yang tergabung dalam Lawyer Tana Luwu kompak mengawal kasus penyerangan asrama dan penangkapan mahasiswa asal Luwu Raya.

Koordinator Lawyer Tana Luwu Hari Ananda Gani SH mengatakan, kasus tersebut akan terus berlanjut jika terdapat penegakan hukum yang tidak berimbang.

“Kami akan lakukan upaya-upaya untuk membela hak-hak serta kepentingan hukum teman-teman Mahasiswa jika ada aroma pelanggaran HAM yang kami temukan”. ungkap Hari Ananda Gani dalam keterangan persnya, Jumat (03/12/2021).

“Polisi harus bekerja profesional dalam menjalankan tugas pokoknya serta sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional di republik ini.” tambah alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.

Dia menuturkan, pihaknya mendapat kabar ada penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian Kamis, 02 Desember 2021 malam kemarin sekitar pukul 20.00 Wita di sekretariat IPMIL (Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu) Raya UMI wilayah perumahan Bung Permai serta asrama putra Luwu di wilayah Jalan Sunu.

“Adapun yang telah kami identifikasi ada 3 orang di Perumahan Bung, ada 1 orang di Asrama Sunu, serta 1 orang di Asrama Kolut.” urainya.

Untuk mengakomodir kepentingan hukum dan pembelaan hak-hak para rekan-rekan mahasiswa yang telah ditangkap, lanjut Hari, dirinya telah membentuk tim Hukum yang diisi oleh Lawyer asal Tana Luwu.

“Silahkan rekan-rekan mahasiswa wija to luwu datang memberi informasi jika ada lagi yang ditangkap. Kami membuka posko pengaduan bersama di Jl.Gunung Nona Nomor 9 Lantai 4 Kota Makassar. Silahkan datang mengadu, kami akan layani gratis (secara cuma-cuma).” urainya.

“Kami juga butuh dukungan dari seluruh tokoh Luwu raya, senior IPMIL se-tana Luwu, forkopimda se-tana Luwu untuk datang tudang sipulung di kota Makassar agar masalah ini cepat teratasi dan melahirkan solusi bagi rekan-rekan mahasiswa yang telah ditangkap dan di proses hukum.” katanya lagi.

Ia pun berpesan jika Wija to Luwu dan Bone adalah satu kesatuan dan memiliki persaudaraan yang tinggi.

“Kita ini orang Sulsel, kita ini Indonesia yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika. Hentikan pertikaian ini sebelum menelan banyak korban.” sebutnya.

Mengakhiri pernyataanya, Hari memberia apresiasi kepada kepolisian untuk mengusut kasus ini apresiasi secara positif, namun ia meminta aparat kepolisian bekerja sesuai prosedur yang tanpa ada kesewenang-wennagan didalamnya demi menjalankan tugas.

“Jika sampai 1×24 jam penangkapan terhadap rekan mahasiswa yang dilakukan tadi malam didua tempat belum juga menemukan tindak pidana, kami berharap pihak kepolisian bersikap profesional sesuai amanah KUHAP Pidana.” tegas dia.

“Hormat kami serta terima kasih pada Kapolda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, Pangdam Hasanuddin, Dandim 1408 DS yang telah begadang dan bersinergi demi menjaga stabilitas dan keamanan di Kota Makassar.” tutup dia. (*)

Comment