Tangkal Paham Radikalisme, GMNI Sulsel Gelar Seminar Kebangsaan

MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com–Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) peringati hari lahir Pancasila dengan menggelar seminar kebangsaan, di Hotel Grand Imawan Makassar, Selasa sore (01/06/2021).

Kegiatan yang bertajuk “Peran Media dan Pemuda dalam Menangkal Paham Radikalisme serta Menjaga Toleransi Umat Beragama di Sulawesi Selatan” menghadirkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel Prof Dr H Abdul Rahim Yunus MA, Manager Produksi Tribun Timur AS Kambi, dan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel yang diwakili oleh Faisal M Alulu.

Ketua DPD GMNI Sulsel Sufyan Tsauri Wahid mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk selalu menghidupkan nilai-nilai Pancasila di kalangan Pemuda.

“Kalau kelompok radikal dan intoleran setiap saat gencar mengkampanyekan ideologinya baik di forum kajian dan sosial media, kitapun harus melawannya dengan cara yang sama, yaitu dengan mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila serta mengamalkannya” Ujar Sufyan.

Prof Dr H Abdul Rahim Yunus MA, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Sebab katanya, dampak dari merebaknya paham radikalisme ini telah mengakibatkan tindakan teror di beberapa daerah. Salah satunya di Gereja Katedral Makassar, beberapa bulan lalu.

Ia menegaskan, jika tindakan teror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatas namakan suatu agama tersebut, tidak dapat dibenarkan.

“Karena tidak ada satupun negara ataupun negara di dunia, yang mendukung gerakan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Produksi Tribun Timur AS Kambi dikesempatan kedua mengulas secara tuntas bahwa laju masyarakat maya di era disrupsi terus meningkat. Sehingga pemanfaatan segala media menjadi skala prioritas dalam menangkal paham radikalisme yang saat ini menyasar mahasiswa.

“Ada dua masyarakat Indonesia, masyarakat real dan masyarakat maya. Masyarakat maya terus meningkat sehingga harus ada pemanfaatan segala media untuk mengkampanyekan toleransi, khususnya mahasiswa di kalangan kampus, GMNI jangan mau kalah dengan organisasi radikal yang menyasar mahasiswa”. Terang AS Kambi.

Dikesempatan ketiga, Wakil ketua DPD KNPI Sulsel Faisal M. Alulu menyepakati apa yang disampaikan oleh AS Kambie. Menurutnya, yang menjadi persoalan pada kelompok ekstrimis, bukanlah radikalisme, melainkan prilaku terornya.

Ia juga menyampaikan komitmen KNPI dalam menjaga kebersamaan dan toleransi. Menurut Faisal, di KNPI semua latar belakang pemuda berinterkasi.

“Di KNPI saya pertama kali merasakan hidup dalam keragaman, dimana semua latar belakang pemuda berinteraksi. Kita harus merangkul organisasi lain yang belum tersentuh”.

Menanggapi hal tersebut, sebagai pembicara terakhir, Ketua GMNI Sulsel Sufyan Tsauri Wahid menjelaskan, jika pihaknya sebagai salah satu perwakilan pemuda, siap mengemban amanah yang diberikan.

Ia bahkan mengatakan, jika para kader GMNI Sulsel akan terus berusaha menjadi role model bagi para pemuda dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila.

Sufyan berharap kader GMNI senantiasa menjunjung tinggi ajaran Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“GMNI di Sulsel harus menjadi corong dan model kelembagaan yang menjunjung tinggi toleransi, mengingat di GMNI menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, suku, dan ras”. Tutup bung Sufyan.

Leave a Reply