BULUKUMBA,MENARAINDONESIA.com-Suasana Car Free Day (CFD) di Pantai Merpati Bulukumba, Minggu (21/6/2026), tampak berbeda. Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti Senam Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang dipandu oleh Duta Guru Rupiah Sulawesi Selatan, Hery Setiawan bekerjasama Dinas kesehatan dan instruktur Car Free Day.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas edukasi mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Berbeda dengan sosialisasi yang biasanya berlangsung di ruang kelas, edukasi kali ini dikemas melalui aktivitas olahraga sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh peserta.
Duta Guru CBP Rupiah, Hery Setiawan mengatakan, ruang publik seperti Car Free Day merupakan tempat yang efektif untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat lintas usia.
“Melalui senam ini, masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar mencintai Rupiah dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak memahami tiga pilar utama CBP Rupiah. Pada aspek Cinta Rupiah, masyarakat diedukasi untuk merawat uang melalui prinsip 5J, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi.
“Masih banyak dari kita yang kurang memahami cara memperlakukan uang dengan benar, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibahasi” tambahnya.
Sementara pada aspek Bangga Rupiah, peserta diingatkan bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, sekaligus satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun pada aspek Paham Rupiah, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak, membiasakan menabung, serta memanfaatkan transaksi nontunai seperti QRIS sebagai bagian dari literasi keuangan di era digital.
“Selain kecerdasan menghasilkan uang, kita juga harus memiliki kecerdasan mengelola keuangan dengan bijak,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk merawat Rupiah semakin meningkat, rasa bangga menggunakan mata uang Indonesia semakin kuat, serta literasi keuangan masyarakat terus berkembang.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan, khususnya dari kalangan generasi muda, yang dapat menularkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain menyehatkan tubuh, senam tersebut juga menjadi media edukasi yang interaktif sehingga pesan tentang Rupiah dapat diterima dengan lebih mudah. (*)
Leave a Reply