Giffari Naufal Arisma Putra Resmi Melanjutkan Pendidikan Tinggi ke BINUS University

JAKARTA,MENARAINDONESIA.com-Giffari Naufal Arisma Putra, pengusaha media sekaligus mahasiswa dan Pendiri dan CEO PT Lifeat News Indonesia (Life at News), resmi melanjutkan pendidikan tinggi S1 ke Bina Nusantara University (Binus) dengan mengambil jurusan Business Management.

Sebelumnya, diketahui bahwa pria kelahiran 2006 ini telah mengikuti berbagai jalur tes masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), namun tidak dinyatakan lolos dalam berbagai jalur tersebut.

Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Giffari tidak dinyatakan lulus pada pengumuman 18 Maret 2025. Ia pun mengungkapkan universitas dan jurusan yang ia pilih saat mengikuti jalur SNBP.

“Di SNBP kan disuruh pilih dua universitas serta jurusan. Saya cuma isi satu aja, yaitu Universitas Indonesia jurusan Manajemen,” kata dia.

Selanjutnya, pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT-UTBK), Giffari juga tidak dinyatakan lulus pada pengumuman 28 Mei 2025. Ia kembali menjelaskan universitas dan jurusan pilihannya pada jalur tersebut.

“Di SNBT kan disuruh pilih 4 jurusan, ya. Dua jurusan S1 dan dua jurusan D3 atau D4. Saya cuma pilih dua jurusan S1, yaitu di Universitas Indonesia jurusan Manajemen dan di Institut Teknologi Bandung jurusan School of Business and Management (SBM),” ujarnya.

Giffari menambahkan bahwa dirinya juga mengikuti seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaba) jalur rapor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), namun kembali tidak dinyatakan lolos seleksi.

“Saya juga ikut seleksi Penmaba jalur rapor Universitas Negeri Jakarta, juga tidak dinyatakan lolos seleksi. Jurusan yang saya ambil ada dua, yaitu jurusan Manajemen dan Ilmu Hukum,” tambahnya.

Selain itu, Giffari juga mengikuti berbagai jalur tes mandiri lainnya, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Pada jalur mandiri Perguruan Tinggi Swasta, Giffari akhirnya mendaftar di Bina Nusantara University (BINUS), yang merupakan perguruan tinggi swasta terbaik nomor satu di Indonesia. Secara umum, BINUS juga menempati peringkat kedua sebagai universitas terbaik di Indonesia di bawah Universitas Indonesia (UI), berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2025.

Di BINUS University, Giffari mengambil jurusan Business Management S1 untuk meningkatkan keterampilan, terutama dalam hal kepemimpinan, organisasi, dan efisiensi, sebagai bekal membangun kariernya.

“Saya memantapkan untuk mengambil jurusan Business Management S1 di BINUS University untuk meningkatkan skill kepemimpinan, organisasi, dan efisiensi sebagai bekal dalam membangun karier, khususnya di dunia bisnis,” kata Giffari.

Ketika ditanya mengenai alasannya akhirnya memilih BINUS University sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi S1-nya, Giffari menjawab bahwa pada dasarnya semua universitas itu bagus. Namun, ada beberapa kriteria yang ia jadikan sebagai tolak ukur dalam menilai kualitas pendidikan di suatu universitas.

“Sebenarnya gini, semua kampus itu bagus kok. Tapi mungkin bagi saya ada beberapa kriteria yang harus saya nilai terhadap universitas-universitas sebagai tolak ukur kualitas pendidikan di sana,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa alasan dirinya memilih BINUS University karena kampus tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, dan ia menilai kualitas pendidikannya sangat baik.

“Alasan saya pilih BINUS, karena BINUS adalah salah satu kampus swasta terbaik nomor satu di Indonesia, dan saya kira kualitas pendidikan di BINUS sangat bagus,” tambahnya.

Terakhir, Giffari mengatakan bahwa memilih kampus sesuai dengan kriteria atau keinginan masing-masing adalah hal yang wajar. Sebab, hingga saat ini, tempat seseorang menimba ilmu, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, memiliki pengaruh besar terhadap masa depan, termasuk dalam hal mencari pekerjaan dan lainnya.

“Saya kira memilih kampus sesuai dengan kriteria dan keinginan masing-masing adalah hal yang wajar. Mengingat sampai saat ini, tempat kita menimba ilmu, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, memiliki pengaruh besar terhadap masa depan kita, termasuk dalam hal mencari pekerjaan dan lain-lain,” ujarnya.

Giffari juga menambahkan bahwa memilih jurusan sesuai dengan keinginan pribadi bukan lagi sekadar hal yang wajar, melainkan sudah menjadi hal yang wajib. Sebab, jurusan yang dipilih akan sangat menentukan arah dan profesi seseorang di masa depan.

“Dan juga, memilih jurusan sesuai keinginan kita masing-masing itu hal yang wajib, bukan hal yang wajar lagi. Tapi hal yang wajib ya, ingat itu ya! Karena jurusan yang kita ambil itu bakal jadi penentu profesi kita di masa depan. Kita mau jadi apa nanti, itu ditentukan oleh jurusan. Karena dari jurusan itulah skill-nya bakal melekat di diri kita,” tutupnya.

Leave a Reply