MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba untuk membangun gedung kantor Satu Atap (Satap) mendapat penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Jumat 30 September 2022 lalu.
Penolakan pihak DPRD Kab.Bulukumba tersebut dilakukan saat menggelar paripurna dengan agenda rapat penetapan APBD-P Tahun 2022 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bentukan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf.
Akibatnya, DPRD Kab.Bulukumba menandatangani APBD-P tanpa kehadiran Eksekutif. Hal ini dipersepsi oleh publik bahwa issu hubungan dua lembaga ini semakin menjadi tidak harmonis.
Menanggapi hal tersebut, Advokat dan Aktivis Pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsul Bahri Majjaga menyatakan, Bulukumba saat ini membutuhkan langkah bijak dari ormas yang memiliki relasi sosial dan kultur yang kuat.
Pun demikian, ini dilakukan untuk mengambil satu tindakan positif sebagai langkah yang beradab untuk menghentikan polarisasi antara eksekutif dan legislatif yang kian tajam terdifrensiasi ke masyarakat.
“Sejak beberapa bulan terakhir masyarakat di Bulukumba dipaksa terbagi dan terbelah dalam sebutan pendukung Bupati atau pendukung DPRD. Ironisnya, para tokoh seakan membiarkan. Malah cenderung terlihat menyokong situasi yang merendahkan martabat kedua lembaga ini,” ujarnya saat ditemui di Warkop Bilangan Panakkukang, Makassar, Selasa (04/10/2022).
Dia menilai perseteruan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Bulukumba sebagai satu peristiwa politik pemerintahan yang besar. “Saat ini yang dibutuhkan Kabupaten Bulukumba adalah gerakan sosial yang kuat agar bisa memutuskan polarisasi itu,” katanya.
Zul menambahkan, langkahnya mendorong ormas yang memiliki basis sosial dan kultur yang kuat di Bulukumba untuk tampil kedepan tentunya, sebelum berdampak negatif bagi pendewasaan demokrasi, hukum, dan paktik-praktik pelembagaan kebijakan, baik sekarang maupun di masa akan datang.
“Kedewasan politik perlu ditebarkan sehingga politik kita tidak hiruk-pikuk, tidak saling sandera dan saling mengintai. Kita harapkan Eksekutif dan Legislatif memberikan kita tontonan yang berwawasan ke depan, sehingga kita semua boleh berharap ekonomi kita tumbuh dengan baik dan menyejahteraan rakyat Bulukumba,” jelasnya.
Untuk situasi saat ini, dirinya berpesan kepada pemerintah dan anggota DPRD di Kabupaten bulukumba, “Cuma satu kalimat yang saya pesankan: bawalah daerah ini ke depan menjadi Kabupaten yang lebih bermartabat,” pungkasnya.
Leave a Reply