PINRANG,MENARAINDONESIA.com-Perempuan merupakan ujung tombak di dalam penataan suatu keluarga, sehingga didalam konsep keislaman dinyatakan mereka sebagai “Madrasatul Ula”. Namun kapasitas sebagai “Madrasatul Ula” sangat terkait dengan literasi dari berbagai aspek, termasuk gizi-kesehatan yang akan dijadikan sebagai modal dalam implementasi penataan gizi-kesehatan keluarga, agar tercapai status gizi-kesehatan yang optimal di setiap anggota keluarganya.
Para perempuan khususnya remaja putri, ibu hamil dan ibu menyusui yang merupakan kelompok rawan terhadap masalah gizi-kesehatan akibat perubahan fisiologi, sehingga mengakibatkan kebutuhan gizi juga mengalami perubahan. Oleh karena itu, literasi gizi-kesehatan bagi kelompok rawan sebagai hal yang krusial untuk diperhatikan.
Di Desa Mangki sebagai desa binaan Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI), masih banyak ditemukan masalah malnutrisi di kalangan perempuan, khususnya ibu hamil seperti kekurangan energy kronik (29.2%), dan anemia gizi (6.2%) yang keduanya masih tergolong sebagai masalah kesehatan masyarakat.
Masalah tersebut mendorong para dosen di program studi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) dengan latar belakang keilmuan yang variatif menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan melakukan penyuluhan kepada kaum perempuan di Desa Mangki, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Senin (27/09/2021).

Materi yang diberikan oleh tim pengabdi yaitu, program gizi kesehatan untuk mencegah malnutrisi pada ibu dan anak dibawakan langsung oleh Dr. Sitti Patimah, S.KM., M.Kes, dan pentingnya pemberian ASI terhadap status gizi dan kesehatan anak untuk mewujudkan keluarga sadar gizi, dijelaskan oleh Suchi Avnalurini, S.ST. M.Keb, sementara itu materi peran perempuan sebagai madrasatul ula untuk mewujudkan keluarga sakinah diurai oleh Dr.H.Nukman, MA.
Kegiatan itu dibuka secara langsung oleh kepala desa setempat, dan dihadiri berbagai kelompok perempuan yakni remaja remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui dan atau ibu balita, serta kader posyandu dan petugas kesehatan dari Pustu. Mereka sangat antusias dalam menerima materi dari tim Pengabdi, oleh karena mereka mengganggap sebagai hal yang penting untuk mereka ketahui sebagai calon ibu dan penataan gizi-kesehatan untuk diri dan keluarganya utamanya yang mempunyai anak balita.
Diketahui, tim dosen pengabdi juga membagikan buku yang bertajuk “Strategi Gizi-Kesehatan bagi Kelompok Rawan Gizi” untuk dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dalam memperdalam pemahaman mereka terhadap gizi-kesehatan untuk kelompok rawan gizi.
Leave a Reply