Warga Maros Meriahkan Maulid Nabi dengan Tradisi Maudu Jolloro di Sungai Karst Rammang Rammang

MAROS,MENARAINDONESIA.com-Suasana khidmat dan meriah mewarnai kawasan wisata Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, saat ratusan warga bersama Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, mengikuti tradisi Maudu Jolloro, Sabtu (13/9/2025).

Tradisi tahunan ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan arak-arakan perahu katinting hias yang berlayar menyusuri sungai di tengah gugusan karst yang menawan.

Maudu Jolloro dikenal sebagai tradisi khas masyarakat pesisir sungai di Maros. Ratusan perahu jolloro milik warga dihias dengan telur hias, kain berwarna-warni, dan ornamen bernuansa religi.

Parade perahu yang beriringan di atas aliran sungai menghadirkan pemandangan spektakuler sekaligus memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan warga.

Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.

“Maudu Jolloro bukan hanya syiar agama, tetapi juga potensi budaya dan pariwisata yang bisa memperkenalkan Maros ke mata dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Salenrang, Jidong, menyebut tradisi ini sebagai ungkapan syukur dan kecintaan warga terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Setiap perahu yang berlayar membawa doa dan harapan keluarga masing-masing. Inilah simbol kebersamaan masyarakat kami,” ungkapnya.

Selain menjadi perayaan religius, Maudu Jolloro kini juga dikenal sebagai ikon budaya lokal yang menarik wisatawan. Perpaduan tradisi spiritual, budaya maritim, dan panorama karst menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan dan terus dikembangkan di Kabupaten Maros.

Leave a Reply