MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Dalam diskusi publik bertajuk “Temu Rasa Pemuda Istimewa” yang diselenggarakan oleh Himpunan Manajemen dan IKA Manajemen Universitas Muhammadiyah di Warkop Bundu, Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (03/10/2024), calon Wakil Wali Kota Makassar, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, menyampaikan pandangannya tentang peran vital pemuda dalam pengembangan ekonomi kreatif di era Society 5.0.
Diskusi yang mengusung tema “Peran Aktif Pemuda dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif” ini dihadiri beberapa narasumber, termasuk Ilham Fauzi (Direktur PT Dirga Marga Sakti), dr. Udin Shaputra Malik (Anggota DPRD Makassar), Muhammad Ishak S.E., M.AP (Akademisi), dan Wahyu (Aktivis). Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Muhammad Taslim, S.P.
Ilham Fauzi, yang dikenal dengan panggilan Daeng Tayang, menegaskan bahwa di era Society 5.0—di mana teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari—pemuda harus mengambil peran utama dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif.
“Kita berada di era Society 5.0 yang memberikan peluang besar melalui integrasi teknologi. Pemuda, dengan intelektual dan kreativitasnya, dapat memanfaatkan teknologi untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru serta unik,” ujar Ilham Fauzi.
Lulusan Universitas Indonesia ini juga menyoroti pentingnya pemuda dalam menggunakan teknologi digital, berkolaborasi, dan mengembangkan platform-platform digital untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Pemuda harus berani memulai, memanfaatkan teknologi, dan menjadi penggerak utama dalam perkembangan ekonomi kreatif. Jangan menunggu modal besar, tetapi mulailah dengan apa yang ada. Kreativitas dan konsistensi adalah kunci,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun era Society 5.0 membawa peluang besar, tantangan seperti literasi teknologi dan kesenjangan akses teknologi tetap harus diatasi. Ilham mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur digital yang inklusif dan pendidikan yang berfokus pada literasi teknologi.
Selain itu, Ilham menekankan bahwa berbagai sektor ekonomi kreatif seperti industri film, musik, desain, fashion, game, kuliner, dan seni rupa digital memiliki potensi besar untuk tumbuh dengan dukungan teknologi.
“Era Society 5.0 memungkinkan percepatan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemuda Makassar harus memanfaatkan momen ini dengan menggabungkan intelektual dan kreativitas mereka,” ujar Ilham.
Sementara itu, dr. Udin Shaputra Malik, anggota DPRD Makassar, menyampaikan dukungan terhadap generasi muda agar terus mengembangkan kreativitasnya. Ia mencontohkan program Creative Economy Hub yang memberikan fasilitas dan pelatihan bagi pelaku industri kreatif muda.
“Generasi muda harus melihat peluang dan memanfaatkannya. Dengan kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi, pemuda dapat menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan sektor ekonomi kreatif,” pungkas dr. Udin.
Diskusi ini menjadi ajang refleksi tentang pentingnya peran pemuda dalam membawa perubahan nyata di bidang ekonomi kreatif, khususnya di era Society 5.0.
Leave a Reply