TAKALAR,MENARAINDONESIA.com-Para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan bersinergi dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) guna meningkatkan kapasitas pengrajin anyaman lontar di Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Berdaya (RINB) ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengrajin Anyaman Lontar”, sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sebanyak 20 pengrajin anyaman lontar hadir dalam pelatihan ini bersama perangkat desa dan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM). Para akademisi yang terlibat memberikan materi terkait inovasi produk, strategi pemasaran, hingga pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Zulkifli, S.Si., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, menekankan pentingnya inovasi produk yang mengikuti selera pasar. Sementara itu, Dr. Saripuddin, S.E., M.Pd. dari Universitas Patompo, memberikan wawasan terkait pengembangan produk dan strategi pemasaran yang dapat memperluas jangkauan pasar baik secara offline maupun online.
Rosmawati, Ph.D. dari Universitas Bosowa, menyoroti aspek desain dan estetika agar produk anyaman memiliki nilai seni tinggi. Adapun Dra. Darmawati, M.Pd. dari Universitas Megarezky, menawarkan solusi pemanfaatan limbah anyaman menjadi produk bernilai ekonomi, seperti songkok guru dan hiasan dinding.
Ir. Zulharnah, M.T. dari Universitas Fajar, memperkenalkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi. Sementara Dr. Zulfikry Sukarno, S.E., M.M. dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar Bongaya, membagikan strategi pemasaran digital melalui e-commerce dan media sosial.
Muh. Haidir, S.Si., M.Ling. dari Universitas Teknologi Sulawesi, menekankan pentingnya pengelolaan limbah anyaman agar lebih ramah lingkungan, sedangkan Hermin, S.Kom., M.M. dari Universitas Indonesia Timur, memberikan panduan pemasaran daring yang efektif.
Ketua LPM Desa Popo, Muh. Amin Yusuf, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut demi kemajuan pengrajin anyaman lontar di desa tersebut. Para peserta juga menyambut antusias kegiatan ini, menganggapnya sebagai investasi jangka panjang bagi perkembangan usaha mereka.
Dengan adanya pendampingan dari akademisi, pengrajin anyaman lontar di Desa Popo diharapkan semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Leave a Reply