MAKASSAR,MENARAINDONESIA.com-Berbagai prestasi dan penghargaan, baik berskala nasional maupun internasional yang bersifat kejuaraan yang telah diraih mahasiswa mahasiswa Univeritas Negeri Makassar (UNM).
Selain itu, UNM menjadi perguruan tinggi lulus terbanyak Kampus Mengajar angkatan 2 Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Prestasi tersebut menjadi kado istimewa pada puncak peringatan Dies Natalis UNM ke-60, hari ini, Senin (02/08/2021).
Dies natalis UNM ke 60 mengusung tema “Satu Untuk UNM, Tetap Jaya Dalam Tantangan”. Kegiatan ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam mengatakan, berbagai prestasi yang diraiah oleh mahasiswa dan dosen selain jadi kado Dies Natalis. Prestasi tersebut juga menjadi membukti kualitas akademik mahasiswa UNM memang diunggulkan.
Kata dia, apa yang diraih hari ini tak lepas dari dukungan seluruh pimpinan serta sinergi dengan prodi dan dosen, kerja keras Tim Merdeka Belajar – Kampus Merdeka UNM. Hasil tersebut menempatkan posisi UNM jauh di atas universitas favorit di Jawa. Ini menandakan civitas akademika UNM semakin solid dan semakin berjaya.
“Dalam puncak acara perayaan Dies Natalis ke- 60 UNM hari ini, bangsa kita masih berjuang dalam melawan wabah pandemi covid-19. Sudah setahun lebih krisis kesehatan ini telah mengubah perilaku hidup kita menjadi sebuah gaya hidup baru, cara kerja baru, dan cara berinteraksi baru,” ujarnya.
“Bahkan, Dies Natalis yang selama ini dirayakan dalam suasana meriah dengan berkumpul di kampus, namun pada dua tahun terakhir ini acara dies natalis kita selenggarakan secara daring dan luring (Blended),” jelasnya.
“Sehingga kita tidak bisa berkumpul bersama di ruangan ini. Kebijakan ini adalah wujud dukungan UNM untuk bersama-sama berjuang dengan pemerintah, khusus pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat dalam rangka mencegah dan menanggulangi pandemi ini,” paparnya.
“Kita semua berharap wabah segera berakhir dan kita semua selamat dari ancaman Covid-19. Perkenankan saya menyampaikan laporan kinerja saya selaku Rektor atas berbagai capaian strategis terutama dalam satu tahun terakhir,” terangnya.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar UNM melalui Senat UNM dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang memberikan dukungan bagi kemajuan UNM,” tambahnya.
Kata Prof Husain, dukungan itu adalah spirit bagi dirinya untuk bekerja lebih keras membawa UNM lebih maju dan unggul.
“Atas dukungan dari seluruh elemen UNM dan kemitraan dengan berbagai pihak, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” terangnya.
“Sungguh, dukungan dan pencapaian ini menjadi penyemangat untuk menuntaskan program-program strategis kepemimpinan saya dengan target capaian yang lebih gemilang bersama keluarga besar UNM,” paparnya.
Kata dia, pandemi corona virus disease atau Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun 2021 mendirupsi berbagai aspek kehidupan. Pendidikan salah satu bidang yang terdampak secara signifikan.
Bahkan, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Unesco pada tahun 2020 melaporkan bahwa pandemi ini berdampak pada lebih dari 1,6 miliar peserta didik dan 30 juta guru di seluruh dunia, sehingga mengharuskan proses pembelajaran beralih dari pembelajaran luring ke daring.
“Saat ini, pembelajaran daring semakin berkembang pesat, tidak hanya sekedar mengikuti trend disrupsi revolusi teknologi informasi, tapi juga sebagai suatu metode utama ketika diperhadapkan pada situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan mahasiswa belajar dari rumah,” ujarnya.
Pada kondisi normal, belajar daring diterapkan secara blended, sebagai alternatif pembelajaran. Namun demikian, untuk kondisi pandemi ini, belajar daring digunakan sebagai pengganti utama pembelajaran tatap muka di kelas.
UNM telah memiliki sejarah dalam pelaksanaan pembelajaran daring yang dirilis sejak tahun 2006 dengan nama elearning.unm.ac.id. Selanjutnya, tahun 2021 berganti nama menjadi lsm.unm.ac.id hingga tahun 2020.
keberhasilan implementasi pembelajaran daring dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya sumber daya manusia, dukungan sarana, konten dan kebijakan. Sehingga, kehadiran aplikasi Learning Management System atau LSM System and Application Management Open Knowledge merupakan wujud dan komitmen dari rektor UNM terhadap proses dan layanan akademik terbaik.
“Kita berharap, kehadiran LSM SYAM-OK ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi civitas akademika UNM,” terangnya.
Selain implementasi pembelajaran daring, kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka atau MBKM yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menjawab tantangan perguruan tinggi, khususnya UNM untuk dapat menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan iptek, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.
Usia yang ke 60, Prof Husain berharap, UNM bisa semakin matang serta bisa mengungguli perguruan tinggi lain. “Kita harap UNM di usia ke-60 bisa semakin matang, semakin berkibar, serta bisa mengungguli perguruan tinggi lain dan menjadi perguruan tinggi terdepan di Indonesia,” katanya.
Mantan Dekan Fakultas Teknik UNM itu juga menyebut, agar selalu optimis dalam berproses dan menjadi yang terbaik di antara perguruan tinggi yang ada.
“Insya Allah ke depan akan lebih baik lagi. Karena kehadiran dan kekuatan alumni, senior, lembaga instansi terkait yang selalu mendukung kita. UNM akan lebih jaya,” tegasnya.
Prof Husain mengatakan bahwa di usia UNM yang ke-60 ini telah melalui sebuah perjalanan waktu yang panjang dan sudah berkontribusi untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Leave a Reply