Undang Arham atau Kanita, Asriadi: Biarlah OKP di KNPI Takalar yang Putuskan!

ads

TAKALAR,MENARAINDONESIA.com-Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Takalar akan menggelar Rapat Pleno Diperluas, Kamis 23 Juni 2022 mendatang.

Rapat akan membahas dan menentukan jadwal pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan pelaksanaan Musda KNPI Takalar. Selain itu, pleno yang akan mengundang Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun untuk menentukan pengurus KNPI Provinsi Sulsel yang akan diundang. KNPI besutan Arham Basmin atau Nurkanita Maruddani.

Keputusan rapat pleno diperluas itu diputuskan dalam rapat pleno KNPI Takalar di Desa Sampulungan, Galesong Utara. Rapat dihadiri Ketua KNPI Takalar Asriadi Ali, Wakil Ketua Bidang Organisasi Muhammad Nadir dan belasan pengurus.

“Berdasarkan masukan dari pengurus maka rapat ini memutuskan untuk menggelar rapat pleno diperluas untuk menentukan jadwal Rapimda dan Musda, sekaligus menentukan KNPI di provinsi yang akan kita undang,” kata Asriadi, Senin (20/06/2022).

Asriadi menegaskan, jika penentuan arah kiblat KNPI Takalar di tingkatan provinsi akan diputuskan oleh OKP. Pasalnya, OKP-lah yang dinilai memiliki domain untuk memutuskan di tengah dualisme KNPI di Sulsel.

“Biarlah OKP yang putuskan pengurus KNPI di Sulsel yang akan kita undang, saya tidak mungkin putuskan sendiri karena ini menyangkut masa depan pemuda Takalar,” terang Asriadi yang juga Direktur RSUD Takalar itu.

Wakil Ketua Bidang Organisasi Muhammad Nadir menambahkan jika kesepakatan melakukan rapat pleno diperluas sebagai jalan keluar di tengah perdebatan panjang dalam rapat.

“Jadi kesimpulannya keputusan penentuan KNPI di Sulsel yang akan diundang itu ditentukan oleh OKP lewat rapat pleno diperluas, ini untuk menjaga persatuan pemuda di Takalar agar tidak terpecah belah,” ungkap Nadir.

Meski ia mengaku, mayoritas pengurus menyarankan untuk mengundang kedua belah pihak di KNPI Sulsel dalam Rapimda. Selanjutnya, OKP akan menentukan sikap KNPI mana yang akan diundang dalam musda.

“Sebenarnya mayoritas pengurus menyarankan diundang keduanya biar fair, tetapi ada juga yang ingin agar diputuskan sebelum Rapimda, intinya harapannya KNPI di Takalar tetap solid,” ujar mantan ketua Maperwa Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.

ads

Comment